Merasakan Sensasi Menyusuri Lorong Bercahaya di Trilumin Karya Architects of Air

  • Home
  • Travel
  • Merasakan Sensasi Menyusuri Lorong Bercahaya di Trilumin Karya Architects of Air

Satu lagi karya seniman dunia yang menghampiri Jakarta, Trilumin by Architects of Air. Setelah dinikmati penduduk di lebih dari 40 negara sejak 1992, akhirnya instalasi seni yang unik karya Alan Parkinson, seniman asal Inggris, bisa dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya di Mal Taman Anggrek, 11-30 September 2018.

Trilumin yang menyerupai balon labirin ini adalah salah satu dari beberapa Luminaria karya Alan Parkinson dan timnya di Architects of Air. Tak seperti Luminaria yang pernah dipamerkan di negara lain, seperti Albesila, Katena, Arboria, Miracoco, Mirazozo, dan Pentalum, Luminaria yang dipamerkan di Indonesia ini didesain khusus terinspirasi dari bentuk kubah masjid dan katedral.

Reaksi pertama yang dirasakan pengunjung tentu terpesona oleh keindahan yang dihasilkan oleh cahaya. Menyusuri lorong-lorong labirin dengan permainan cahaya yang berbeda warna, ditemani alunan musik yang menggetarkan jiwa, pengunjung dibawa ke dunia yang berbeda dengan rutinitas sehari-hari. Seperti yang tertulis di laman architects-of-air.com, “Pengunjung akan mengalami suasana yang sangat menenangkan dan membuat nyaman. Mereka bahkan merasa Luminaria bisa menjadi tempat untuk beristirahat atau berkontemplasi,”.

Merasakan Sensasi Menyusuri Labirin Cahaya di Trilumin Karya Architects of Air (dok. Mal Taman Anggrek)

Trilumin terbagi menjadi lima spot yang bisa dinikmati selama 30 menit dengan tiket seharga 60 ribu rupiah, ada Green Tree yang didominasi cahaya hijau dengan dome kecil disekitarnya bernuansa cahaya merah. Beberapa dome kecil tersebut bisa dijadikan tempat beristirahat atau swafoto (selfie). Lalu Neon Dome dengan kubah yang sangat memesona, dihiasi motif bercahaya biru dengan titik-titik cahaya merah di tengahnya. Selanjutnya Red Tree yang didominasi cahaya merah dengan dome kecil di sekitarnya bernuansa cahaya biru. Spot ke empat adalah Main Dome, sesuai namanya dome ini berukuran paling besar di antara spot lainnya. Di Main Dome, ada bintang-bintang bercahaya yang bisa dinikmati pengunjung jika melihat ke atas kubahnya. Spot terakhir, Blue Tree yang didominasi cahaya biru dengan dome kecil di sekitarnya bernuansa cahaya merah. Di Green Tree, Red Tree, dan Blue Tree, pengunjung bisa menemukan sudut yang berwarna hasil perpaduan dua cahaya. Misal, di Blue Tree ada sudut yang bernuansa warna ungu, hasil perpaduan biru dan merah.

Oya, sebelum memasuki lima spot tersebut, lepaskan terlebih dahulu alas kaki karena hanya yang berkaos kaki yang diperbolehkan masuk ke instalasi seni Trilumin. Pengunjung juga akan dibekali buzzer untuk dikalungkan. Buzzer ini akan bergetar sebagai tanda bahwa waktu pengunjung di dalam Trilumin sudah habis. Sebagai info tambahan, tersedia tiket berharga promo jika membayar menggunakan Go-Pay atau membeli secara online di Tokopedia.

Jika Anda ketinggalan untuk menikmati Trilumin yang dipamerkan di Mal Taman Anggrek hingga 30 September mendatang, jangan bersedih hati. Masih ada Albesila dan Katena yang akan dipamerkan di tiga negara, yaitu Iowa USA, Netherlands, dan Nottingham UK, pada Oktober mendatang.

Albesila (architects-of-air.com)

Katena (architects-of-air.com)

Tags:
Leave a Comment