Dirundung Warganet Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Hobi Fadli Zon Sebenarnya

  • Home
  • Tokoh
  • Dirundung Warganet Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Hobi Fadli Zon Sebenarnya

Foto: Mulky

Beberapa hari belakangan Fadli Zon, Ketua DPR RI, dirundung warganet karena postingannya mengenai hoak penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Yang pada akhirnya diikuti permohonan maaf, karena ternyata obrolan pribadi Ratna dengan Fadli hanya akting belaka alias hoak. Sebagai catatan, Ratna Sarumpaet adalah pemain teater lawas yang berpengalaman. Fadli sendiri tidak menyangka, jika kepercayaannya terhadap Ratna dikhianati.

Meski kerap bicara kontroversial dan terkadang dianggap nyinyir, Fadli yang berada dipihak oposisi seakan ditugaskan demikian. Namun dibalik semua kontroversialnya, redaksi athome menemukan sisi lain sosok Fadli yang masih memiliki kekerabatan dengan penyair Taufik Ismail ini.  Pernah satu waktu dalam wawancara, Fadli menyatakan jika harus memilih jadi politisi atau budayawan, maka pilihan kedua akan dipilihnya. Kecintaannya pada dunia sastra Indonesia, dimulai dengan menjadi salah satu editor majalah Horison. Majalah yang terkenal dikalangan mahasiswa sastra Indonesia, yang siapapun akan berebut mengirimkan naskahnya untuk dimuat.

Tidak hanya dalam bidang kesusastraan, rasa cinta pada Indonesia ditunjukkan Fadli Zon dengan mengoleksi berbagai benda seni dan bersejarah. Koleksinya tidak terbatas pada satu benda, melainkan puluhan benda seni bernilai tinggi. Koleksi yang dimiliki seperti uang koin dan kertas, perangko, buku, koran tempo dulu, keris, lukisan, dan banyak lagi. Keris menjadi salah satu koleksi diantara puluhan koleksi lainnya.

Fadli Zon, seorang kolektor yang juga penulis buku.

Keris menjadi salah satu wujud kebudayaan material dan warisan nenek moyang yang sudah cukup lama. Benda budaya yang memiliki nilai sejarah, artistik, filosofi, sombol, seni, makna dan menjadi kekayaan yang sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia. Fadli tertarik mengoleksi keris-keris nusantara mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, Lombok dan Kalimantan. “Di dalam keris kita bisa melihat sejarah, keindahan bentuk, dapur, pamor, filosofi yang ada dalam bentuk keris. Saya ingin ambil bagian dalam pelestarian dan apresiasi terhadap benda seni yang ada di Indonesia,” tutur Fadli.

Keris-keris nusantara bisa mewakili setiap suku dan provinsi. Keris menjadi salah satu  warisan budaya tertinggi (adi luhung) yang dimiliki Indonesia. Nilai ini juga diakui oleh banyak pakar dan kolektor keris Internasional. Meskipun di Indonesia ada masyarakat yang melihatnya dari sisi magis.

Koleksi kerisnya tertata rapi dalam lemari kaca yang disimpannya di Fadli Zon Library.

Tertata di Fadli Zon Library

Keris yang dimiliki Fadli berasal dari peninggalan Singosari, Majapahit, Pagaruyung, Bulelang, Bugis dan beberapa keris baru. Total keris yang dimilikinya kini mencapai seribu lebih keris. Semua keris tersebut tertata rapi dalam lemari kaca yang khusus didesain Fadli untuk meletakkan keris. Keseluruhan koleksi disimpan di sebuah bangunan 3 lantai yang diberi nama Fadli Zon Library. Bangunan yang bisa dikatakan mirip perpustakaan atau museum modern. Semua koleksi tertata rapi dengan nomor urut dan staf khusus yang mendata.

Pelestarian keris

Koleksi keris milik Fadli tidak hanya yang berusia tua, ada juga keris-keris baru yang dikoleksi. Menurutnya, ini menjadi salah satu upaya pelestarian keris agar tetap ada di nusantara. “Keris baru buat saya untuk menjaga pelestarian keris dan menjadi regenerasi produktif untuk menjaga agar tetap eksis di nusanatara ini. Produksi keris baru tidak hanya replika, tapi harus berinovasi untuk menambah nilai artistik dan nilai jual. Saya sangat  mendukung usaha pelestarian melalui produksi dan desain keris baru yang lebih artistik. Misal karya Hardi yang membuat Jangker, itu bagian dari upaya pelestarian dan saya mendorong karya tersebut tersosialaisasi dengan baik. Pelestarian ada jika ada produksi, karena tanpa ada yang baru dan hanya memanfaatkan yang lama akan terbatas, tidak akan ada pelestarian untuk masa-masa yang akan datang,” jelas Fadli semangat.

Tags:
Leave a Comment