Puncak Manik Salak 1, Jalur Menantang Dibalik Mitos Keangkerannya

  • Home
  • Travel
  • Puncak Manik Salak 1, Jalur Menantang Dibalik Mitos Keangkerannya

Foto: Dok. Jalan Terus Adventure

Mendengar nama Gunung Salak, hal pertama yang terlintas adalah tragedi pesawat Sukhoi Superjet 100 RA-36801. Kecelakaan maut tersebut, memberi duka mendalam pada Kamis, 10 Mei 2012. Pada saat itulah Gunung Salak semakin dikenal luas dan memiliki mitos tersendiri bagi masyarakat sekitar dan kalangan pendaki.

Namun bukan soal mitos yang angker akan menjadi travel kali ini, tapi keindahan dan tantangan yang dapat memacu adrenalin tersendiri. Jalur menuju puncak Gunung Salak yang memiliki ketinggian 2.221 meter dpl. Memang tidak terlalu tinggi, namun medan yang harus dilalui sangat menantang dan menguras tenaga.

Traveller dapat melalui Cimelati, jalur ini memang paling pendek dan memiliki akses yang terjal dan menantang. Jika mendaki saat musim penghujan, bersiaplah berjalan di atas lumpur yang licin.

Dahulu untuk menuju Pos, akan melewati villa besar, namun saat ini pendaki akan diminta untuk memutar, melewati pinggiran kebun yang di sampingnya berupa jurang. Jalannya cukup nyaman karena di plester beton, sehingga bukan lagi jalan setapak tanah. Tapi juga harus tetap hati-hati, karena jalan di sisi kanannya tidak berpagar.

Melalui jalan ini memakan waktu sekitar 1-2 jam, dan terus berjalan hingga jalan setapak yang masih tanah. Jangan ambil jalur terlalu kanan sebelum sampai di hutan pohon damar, karena itu akan menuju ke air terjun, kecuali jika memang ingin mampir untuk mandi dan menikmati keindahannya. Setelah berada di hutan pohon damar, artinya kita berada tidak jauh setelah pos 1. Karena melewati jalan memutar disarankan untuk jalan terus tanpa beristirahat di pos 1 dan bisa berbelok ke arah kanan menuju pos 2.

Menuju pos 2, kita tidak akan menemui persimpangan, jalur ini mulai licin dan menanjak, namun tidak ekstrim. Berjalan kurang lebih 1 jam menuju pos 2, akan menjumpai pos bayangan yang tidak terlalu luas. Di sini bisa mendirikan tenda dalam keadaan darurat. Suasana lingkungan vegetasi semakin rapat, lembab, udara cukup dingin, kabut sering datang menyelimuti. Untuk mencapai pos 3, menempuh waktu sekitar 2 jam dan melewati banyak persimpangan. Harus fokus pada jalur lurus, dan tidak mengambil jalan setapak ke arah kanan ataupun kiri. Lihat saja jejak pendaki yang sudah melewatinya, bisa menjadi petunjuk. Di pos 3 terdapat mata air melalui saluran pipa, kita bisa mempersiapkan persediaan air untuk di atas. Karena ini menjadi sumber air terakhir.

Melanjutkan perjalanan menuju pos 4 sekitar 90 menit, rintangannya cukup berat, tanjakannya cukup memakan tenaga, kabut sering turun cukup tebal, mesti sabar dan mengurangi waktu beristirahat. Karena tidak disarankan beristirahat lama di tempat yang lembab, hanya membuat badan akan merasa semakin dingin. Sesampainya di pos 4, kita akan menemui tanah datar yang cukup luas, bisa untuk mendirikan beberapa tenda.

Menuju pos 5 dengan rintangan yang masih sama, tidak jauh berbeda dengan jalur sebelumnya dan memakan waktu sekitar 2 jam. Sebelum pos 5 ada tanah datar yang cocok untuk mendirikan tenda, sebelum melakukan summit attack, karena di pos 5 dan pos 6 kita tidak akan bisa mendirikan tenda. Pos 5 dan pos 6 merupakan pos di jalur setapak dengan ukuran sangat kecil. Dari pos 5 menuju pos 6 kita akan menempuh sekitar 60 menit.

Dari pos 6 menuju puncak manik salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl akan ditempuh sekitar 90 menit. Jalur yang akan dilewati semakin berat, jalan setapak semakin kecil, dan licin. Pertama kali menginjakan kaki di puncak, maka akan terlihat makam Mbah Salak. Untuk sebagian orang, puncak Manik adalah tempat keramat yang sering didatangi peziarah.

Puncak Manik Salak 1 adalah dataran yang luas, cukup banyak pendaki yang memilih untuk mendirikan tenda. Jika beruntung, matahari pagi yang disuguhkan di Puncak Manik adalah pemandangan gunung Gede dan Pangrango. Untuk keseruan lebih lengkap, bisa lihat di youtube Jalan Terus Adventure.

 

Naskah: Winda

Tags:
Leave a Comment