Lampu Dekoratif Kreasi Serip Organic Lighting

  • Home
  • Produk
  • Lampu Dekoratif Kreasi Serip Organic Lighting

Foto: Donny Amrin

Sebuah karya seni biasanya diterangi oleh lampu sorot yang akan mengarahkan perhatian orang kepadanya. Namun ‘karya seni’ berikut ini mampu menerangi dirinya sendiri.

Serip Organic Lighting adalah produsen lampu hias asal Portugal. Showroom mereka terletak di lantai satu, gedung Jakarta Design Center, Jakarta Selatan. Ruangan showroom yang berbentuk memanjang ke belakang bisa dibagi menjadi tiga area, depan, tengah, dan belakang. 

Standar pencahayaannya dalam showroom dibuat temaram, cenderung gelap. Tujuannya jelas, karena mereka menjual lampu, maka benda itulah yang harus terkespos. Dalam pencahayaan yang terbatas, keunggulan lampu dekoratif ini justru tampak. Setiap bandul transparan membiaskan cahaya sekaligus mengungkap detail mereka sendiri.

Struktur yang menopangnya juga dibuat dengan bentuk organik, seolah tumbuh begitu saja. Padahal setiap desain lampu sudah dirancang dengan penuh perhitungan dari segi estetika desain, kekuatan struktur dan konstruksinya, hingga keamanannya. Jika ada pelanggan yang punya desain sendiri, maka ide tersebut akan langsung ditangani dan diproduksi oleh tim desain Serip di Portugal. “Kami memang spesialis untuk hal ini. Jadi Anda bisa memiliki lampu yang benar-benar personal. Terutama bagi para desainer yang ingin berkreasi untuk keperluan proyek mereka,” tambah Lim pemilik Serip Lighting Indonesia.

Setiap lampu yang terpasang pada ‘kamarnya’ masing-masing. Tiap ‘kamar’ dibatasi oleh sekat kaca. “Dengan konsep ini, kami ingin orang fokus ke masing-masing lampu. Karena setiap lampu unik, tidak ada yang sama identik,” jelas Martin Lim, pemilik Serip Lighting Indonesia.

Di area tengah terdapat sebuah meja besar yang menyimpan aneka pilihan bandul yang bisa digunakan untuk merangkai lampu. Beragam bentuk dan warna bandul tersimpan pada laci-laci meja. “Para desainer mungkin mudah membayangkan hasilnya ketika bandul-bandul ini sudah tersusun menjadi satu set lampu. Namun tidak semua orang bisa melakukannya. Karena itu kami bantu dengan contoh, supaya mereka punya gambaran akan seperti apa kira-kira hasilnya,” jelas sarjana teknik produk lulusan Australia ini.

Pada dinding ruang tengah terpasang lampu dinding berbentuk ranting dan daun yang terbuat dari perunggu. “Daun dicetak dengan menggunakan teknik sandblast sehingga bisa mendapatkan detail dan tekstur alami dari daun tersebut,” jelas Martin. Lihat foto dan naskah lengkapnya di sini.

 

Naskah: Donny Amrin

Tags:
Leave a Comment