Sambut Natal dan Tahun Baru dengan Bunga Krisan

Foto: loveholland/gettyimages/chrysanthemum

Memberi tampilan berbeda pada rumah diperayaan Natal dan Tahun Baru, bisa diletakkan rangkaian bunga segar atau bunga pot. Salah satu alternatif, bunga Krisan. Selain indah dan memiliki banyak warna, bunga ini bisa bertahaan hingga dua minggu.

Krisan (Chrysanthemum sp.) yang dikenal dengan sebutan lain, seruni atau Bunga Emas (Golden flower), bukan tanaman asli Indonesia, tetapi dari China. Di Jepang, bunga ini dijadikan simbol kekaisaran dengan sebutan Queen of The East. Krisan mempunyai banyak spesies, antara lain : Chrysanthemum indicum (berbunga kuning), Chrysanthemum morifolium (ungu dan pink) dan Chrysanthemum daisy (bulat, pompom). Namun, bunga Krisan yang ada di pasaran merupakan hasil persilangan berbagai spesies, hingga tidak diketahui lagi induknya. Warna bunganya bermacam-macam, kuning, putih, pink, ungu, bahkan ada yang satu pot terdiri lebih dari satu warna. Itu semua berkat teknologi budidaya.

Baca: Poinsettia si Bunga Natal 

Keluarga Asteraceae ini dapat sebagai tanaman musiman (annual) atau tahunan (perennial). Jika siklus hidupnya hanya sampai menghasilkan bunga, tanaman ini termasuk musiman, tetapi jika setelah tanaman dipanen bunganya, kemudian tanaman dibiarkan berbunga kembali secara periodik, tanaman ini termasuk tahunan.

Baca: Suplir Tanaman Manja

Selain sebagai tanaman hias, ternyata Krisan juga bisa sebagai tanaman obat dan penghasil racun serangga. Sebagai tanaman obat, misalnya, untuk menyembuhkan batuk. Rebus satu mangkuk daun dan bunga Krisan kering yang dirajang atau semangkuk setengah daun dan bunga Krisan segar dalam dua gelas air selama 15 menit. Minum setengah mangkuk, tiga kali sehari.

Si Bunga Emas ini membutuhkan suhu antara 20-26 derajat Celcius, tapi bisa tetap tumbuh (toleran) pada suhu 17-30 derajat Celcius. Sedang untuk pembungaan, suhu yang dibutuhkan lebih rendah, antara 16-18 derajat Celcius. Krisan termasuk tanaman yang sangat dipengaruhi ketersediaan cahaya matahari (fotoperiodisitas), baik dalam fase pertumbuhan maupun fase pembungaan.

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, Krisan memerlukan ketersediaan cahaya matahari antara 14 – 16 jam/hari, sedang untuk fase pembungaan, tanaman ini memerlukan cahaya matahari kurang dari 12 jam/hari. Untuk memacu pertumbuhan tanaman, perlu ditambahkan cahaya buatan yang berasal dari lampu pijar atau TL. Pemberian cahaya tambahan tersebut, umum dilakukan mulai jam 19.00 sampai jam 04.00 dengan cara intermittent lighting, yaitu menyala selama 10 menit, padam 20 menit yang dilakukan secara berulang-ulang.

Tanaman Krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Penyiraman dilakukan hanya jika media tanam terasa kering. Media tanam yang ideal untuk Krisan, tanah bertekstur liat berpasir, subur, gembur, memiliki drainase yang baik, dan tidak mengandung hama dan penyakit. Derajat keasaman (pH) yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5,5-6,7 (asam).

Meski membutuhkan ketersediaan sinar matahari antara 14-16 jam per hari, bukan berarti tanaman ini harus terkena sinar matahari langsung. Letakkan di dalam ruangan, tapi rajin-rajinlah mengeluarkan untuk mendapat sinar matahari 2-3 hari dalam seminggu.

 

Naskah: Naomi Sinaga

Tags:
Leave a Comment