Pasar Papringan, Wisata Nge-Hits di Temanggung

  • Home
  • Travel
  • Pasar Papringan, Wisata Nge-Hits di Temanggung

Foto: Ian

Desember adalah bulan liburan, ada tiga aktivitas yang bersamaan bisa dinikmati keluarga. Dimulai dari liburan sekolah, Natal, dan liburan tahun baru. Saatnya berwisata yang kekinian dengan spot foto yang unik dan menarik. Jika Anda sedang melewati perjalanan di Temanggung, cobalah untuk mampir di pasar Papringan, wisata yang ngehits di Temanggung.

Terdapat aneka makanan dan minuman tempo dulu yang bisa dinikmati. Meski harus antri, terbayar dengan citra rasa otentik dan suasana pasarnya.

Baca: Posong, Wisata Alam Instagenic dari Temanggung

Pasar Papringan terletak di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Pasar berkonsep tradisional ini dikemas menarik, karena tidak hanya desain pasar yang unik, tapi juga sajian dagangan yang diperjualbelikan. Kita akan menemukan aneka makanan khas tradisional tempo dulu, serta berbagai kerajinan mainan yang terbuat dari bambu. Selain itu, pasar juga dilengkapi ruang baca dan arena bermain anak.

Siap-siaplah menghadapi kepadatan seperti ini. Meski masih jam 6.00 WIB, pengunjung dari berbagai kota memadati pasar Papringan.

Baca: Destinasi Baru di Yogyakarta : Toko Tas Gembira

Berbagai makanan dan minuman seperti gono jagung, kupat tahu, gudheg, gablog pecel, pepes, sego gono, sego kuning, gorengan, godoghan, susu kedele, wedang tape, jajan ndeso, dawet ayu, dan sop buah. Ada juga lento-lento kocomoto, ketan cambah corak, tiwul iris iwel-iwil, kemplang, ndas borok, langgeng, gemblung gurih, gemblong klomot, bajingan kimpul, bajingan singkong, dawet anget, jenang, combro, srowol, jadah bakar, yangko, rondo kenul, sawut nanas, dan jenang lot siap ‘menyenangkan lidah’ Anda.

Berbagai kerajinan bambu tradisional, mengingatkan kita akan masa-masa lalu sebelum beralih ke teknologi.

Baca: Toko Tas Gembira dalam Bangunan Joglo Warna-Warni

Sejumlah kerajinan dan mainan dari bambu juga ada, baik untuk permainan anak-anak. Wahana mainan seperi egrang, ayunan, dan permainan lain disediakan. Jika ingin memiliki hewan peliharaan ada ayam Cemani yang khas karena berwarna hitam, marmut, dan domba. Namun sebelum makan, minum, dan membeli semua dagangan, Anda harus menukar uang dengan koin bambu (pring). Satu uang koin bambu setara Rp 2.000. Uang tersebut kemudian ditukar sebagai alat transaksi jual beli. Nominal harga yang tertera berupa jumlah pring yang harus dibayarkan, mulai 1 hingga 15 pring.

Aneka hasil bumi yang bisa dibeli mulai dari sayuran hingga buah-buahan.

Untuk datang di Pasar Papringan, Anda harus mengikuti tanggal Jawa yang hanya diadakan pada Minggu Wage dan Pon atau hanya dilakukan 2 minggu sekali setiap bulannya. Informasi tepatnya Anda bisa lihat melalui instagram @pasarpapringan, agar Anda bisa datang tepat waktu. Menuju wisata ini Anda harus melalui jalan yang berliku dan sedikit sempit. Namun tidak perlu khawatir karena sudah dilapisi beton dan aspal, serta banyak petugas parkir yang akan membantu mengarahkan kendaraan. Waktu yang tepat untuk datang di pasar ini sekitar pukul 05.00 hingga 5.30, meski pasar baru akan dibuka pukul 6.00 WIB.

Nikmati masa liburan Desember ini dengan mengajak keluarga Anda.

Di atas jam tersebut, bersiaplah Anda akan menemukan kepadatan atau justru akan kehabisan berbagai komoditas yang dijual warga desa setempat mulai dari hasil bumi, mainan bambu, minuman dan makanan tradisional. Jika jarak dari tempat Anda ke pasar Papringan tidak memungkinkan, sebaiknya homestay di permukiman warga. Dijamin Anda yang akan pertamakali menikmati sensasi belanja dan kulineran di hutan bambu tanpa perlu mengantri panjang. Selamat berlibur!

Tags:
Leave a Comment