Putu Aneth, Memanfaatkan Tegel Jadoel dengan Konsep yang Lebih Kekinian

  • Home
  • Tokoh
  • Putu Aneth, Memanfaatkan Tegel Jadoel dengan Konsep yang Lebih Kekinian

Foto: Dok. Putu Aneth.

Athome.id – Menghabiskan waktu sekitar 12 tahun menjadi PR di perusahaan swasta, Putu Aneth menekuni pekerjaan barunya sebagai desainer interior. Cintanya pada desain dilakoninya sangat serius, dia pun memutuskan untuk belajar mengenal material kayu dan melanjutkan pendidikan sekolah desainer interior di Sydney Design School, Australia.

Aktivitas mendekorasi sebenarnya sudah dilakoni saat masih bekerja di perusahaan swasta, hanya saja baru sebatas hobi home decor, belum sampai menata interior utuh. Pada 2013, Aneth melihat potensi di segmen ini ketika sosial media menjamur, beberapa dekorasinya pun mendapat respon positif. “Sebelum memutuskan sekolah lagi, aku belajar mengenal kayu di Indoestri Makerspace. Tujuannya untuk lebih memahami teknik yang tepat dalam finishing kayu,” jelas alumni Public Relation Universitas Indonesia. Ilmu mengenai kayu ini digunakan Aneth untuk tahu cara mengolah kayu bekas seperti meja, kursi, lemari, melakukan DIY beberapa elemen dekoratif, dan lainnya.

Proyek demi proyek berdatangan, mulai dari renovasi kecil hingga yang besar. Aneth dikenal luas karena kepiawaiannya mengeksplorasi lantai dan dinding. Terlebih klien yang dijumpai memang menginginkan perubahan suasana satu atau dua ruang. “Umumnya ingin menata dengan memasukkan tegel jadoel sebagai aksen elemen interior. Jadi perubahannya hanya renovasi kecil,” kata Aneth.

Kian banyaknya proyek rumah yang ingin didekorasi dengan tegel jadoel  ternyata meninggalkan kendala pada ketersediaan material. Apalagi ada yang sampai harus menunggu 3 hingga 6 bulan. Padahal proyek yang ditangani biasanya tidak lebih dari 1 atau 2 bulan. Melihat keadaan ini, Aneth memutuskan untuk membuat sendiri tegel, mensuplai kebutuhan klien dari dapurnya sendiri. Dia pun mencari pengrajin tegel di Solo dan menemukan jumlah yang cukup banyak. Kerjasama pun dimulai dengan membuat TegelSoeryo. Aneth mengolah motif-motif tegel jadoel dan menambahkan dengan motif yang lebih kekinian.

“Tidak hanya motif-motif lama yang dibuat kembali. Aku juga buat motif sendiri yang lebih kekinian tanpa menghilangkan kesan jadoelnya (jaman dulu),” imbuh Aneth. Dengan memproduksi tegel sendiri, Aneth dapat menyelesaikan proyeknya dengan lebih cepat. Ketersediaan material yang banyak, memungkinkan klien tidak perlu lama menunggu untuk mendapatkan ruang yang diinginkan.

Tags:
Leave a Comment