Gudang Tua ‘Sarang’ Kreativitas Anak Milenial Bandung

  • Home
  • Inspirasi
  • Gudang Tua ‘Sarang’ Kreativitas Anak Milenial Bandung

Foto: Syafril Hendro.

Athome.id – Kita bisa menemukan banyak bangunan tua di Bandung. Ada yang masih berfungsi sebagaimana aslinya, ada yang telah beralih fungsi. Paling mudah ditemui adalah alih fungsi rumah menjadi restoran, factory outlet, atau distro. Tapi kota ini punya contoh alih fungsi lebih ekstrim, yang lahir dari kebutuhan masyarakatnya yang terkenal kreatif, para anak muda.

“Contohnya di Gudang Selatan 22. Gudang milik tentara dibuat menjadi ‘tempat baru’. Bukti bahwa dalam keterbatasan (fasilitas) pun anak muda Bandung bisa beradaptasi. Itu kebanggaan kami. Bukan cara mainstream yang mengalihfungsikan rumah pinggir jalan, bukan begitu. Ini gudang tua yang di dalamnya ada anak-anak muda bekerja, mendesain, jualan. Itu contoh kreativitas kita. Energinya berlebihan wadahnya kurang, mereka mencari jalan sendiri,” jelas sang mantan walikota Bandung, Ridwan Kamil, dengan antusias.

Ridwan Kamil yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ini terdengar seperti orang tua yang sedang bercerita bangga tentang anaknya. Ia secara spesifik menunjuk tempat ini yang menurutnya bisa mewakili karakter kreatif Bandung. Sebuah bangunan tua yang berada di area pergudangan milik tentara terdengar seperti bukan pilihan yang bagus untuk tujuan wisata. Namun di balik penampilannya yang mirip bangunan terlantar, gudang ini berisi ruang kantor, coffee shop, cafe, ruang aktivitas publik, sampai toko dan distro.

Distro bukan bagian utama di tempat ini, hanya bagian dari Gudang Selatan 22, begitu tempat ini biasa disebut. Tapi beberapa merk clothing lokal yang biasa mengisi distro-distro di Bandung memilih bermarkas (berkantor) di sini dengan menjadikan sebagian sudutnya untuk tempat display barang mereka.

Masing-masing ruang dibuat dengan desain yang berbeda sesuai keperluan penyewa. Bisa dilihat dari ‘fasad’ dari masing-masing ruang yang mereka buat. Ada yang bergaya modern, minimalis, industrial, vintage, atau kontemporer. Mengingat Gedung Selatan 22 ini jauh dari kesan, lokasi dan tujuan komersil, maka apa yang mereka buat di sini adalah murni aktualisasi diri dan karakter desain mereka. Selipkan waktu pada jadwal liburan di Bandung Anda untuk singgah di gudang tua ini. Menikmati kopi di bangunan tua yang berjiwa muda, sambil melihat interaksi para penghuninya, bisa membuat Anda ingin terlibat dalam dunia kreatif mereka.

Gudang Selatan 22 juga memiliki ruang aktivitas publik yang bernama Spasial. Letaknya di ujung hall besar ini. Spasial berwujud fisik ruang luas yang seolah tidak memiliki batasan jenis aktivitas yang mampu di tampungnya. Bisa menjadi galeri, ruang diskusi, ruang kerja bersama, ruang konser, atau bahkan kegiatan yang belum ada kategorinya.

Secara keseluruhan, Gudang Selatan 22 menunjukkan bahwa di Bandung, aktivitas untuk berekspresi tidak pernah terbatas oleh tempat. Orang-orang muda ini akan membuatnya dengan jalan apapun. Lihat foto selengkapnya di sini.

 

Naskah: Donny Amrin.

Tags:
Leave a Comment