Foto: Pipit.

Athome.id – Saya tertarik dengan Starfield Library saat melihat beberapa  tour backpacker  mulai memposting dalam laman instastorynya.  “Saya harus datang ke sini,” ujar saya dalam hati. Tidak berbeda kok tujuan saya, selain berswa foto, tentunya ingin merasakan sendiri keberadaan perpustakaan umum di dalam mal yang belum lumrah. Bulan Januari, saat Seoul sedang dingin-dinginnya, saya berkesempatan berkunjung.

Coex Mall, tempat  perpustakaan ini berada merupakan mal baru premium. Mal menjadi sebagian fasilitas yang ada dalam superblok yang terhubung langsung dengan stasiun subway Samseong dalam distrik Gangnam. Area paling mahal di Seoul.  Coex Mall merupakan satu dari banyak mal, selain fasilitas convention centre, aquarium, megabox dalam  komplek Coex yang dikelola Korea International Trade Association. Raksasa manajemen artis terkenal SM Management bahkan resmi memindahkan kantornya di sini dan membangun SmTown Coex Artium dengan fasilitas yang memanjakan para penggemar artis naungannya,seperti Super Junior, SNSD, Exo, NCT, Shinee, Red Velvet, dan banyak lagi.

Keluar di Stasiun Subway Samseong exit 6, saya tidak langsung menemukan tujuan, tetapi  SmTown Coex Atrium yang terhubung  langsung dengan SmTown Museum.  Perlu jalan 5 menit mengikuti papan petunjuk menuju Coex Mall, atau bila masih bingung bisa bertanya dengan oppa-oppa ganteng keamanan yang berjaga-jaga di sekitar atrium. Saya lebih percaya diri mengikuti papan petunjuk dan arah melalui google map. Ketimbang tambah bingung dengan penjelasan oppa keamanan yang belum tentu bisa berbahasa Inggris.

Setelah mengikuti papan petunjuk, tibalah di Coex Mall. Interior ikonik di Starfield, rak buku setinggi 13 meter sudah terlihat dari luar. Saya bernapas lega, karena berputar-putar saat cuaca menunjukkan -4 derajat bukanlah suatu hal yang menyenangkan buat yang terbiasa dengan panasnya Jakarta.

Berada di Starfield membuat saya  takjub, tidak menyangka bahwa perpustakaan ini berada di dalam atrium utama mal yang biasanya hingar bingar. Saya melihat beberapa orang serius dengan bacaan mereka, sambil menyeruput kopi. Beberapa sibuk membaca  E-book dari Ipad yang disediakan di lantai dasar. Jangan salah, yang datang hanya berfoto-foto pun banyak, saya salah satunya. Namun, secara otomatis semuanya bagai tak ingin mengganggu satu sama lain. Semakin siang pengunjung semakin banyak, dan rata-rata mereka memang datang ke Starfield untuk membaca.

Soal koleksi, perpustakaan Starfield dengan luas 2.800 meter persegi memiliki 50,000 buku dengan 600 majalah dalam dan luar negeri. Semua genre tersedia lengkap dan hanya perlu mengikuti petunjuk buku di masing-masing rak yang tersedia.  Deretan Ipad sudah tersedia untuk membaca E-book dan bisa mengunduhnya gratis. Starfield juga menyediakan fasilitas lainnya, seperti ruang pertemuan medium, lounge nyaman, coffee shop, bahkan toko kosmetik. Tidak ada biaya masuk, pengunjung bebas masuk dan berlama-lama tanpa batasan waktu. Eits, walaupun keamanannya tidak ketat, jangan menjadi turis yang tidak bertangung  jawab dengan iseng membawa buku dengan dalih oleh-oleh.

 

Naskah: Pipit Pianita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.