rumah kayu rayap

Rumah dengan dominasi kayu, berisiko diserang rayap apabila kualitas kayu tidak mendapat perhatian serius. Kayu sebaiknya sudah diberi bahan kimia anti rayap atau dipilih kayu yang berkualitas baik./ Foto. Dok. dekoruma

 

Dear redaksi athome,

Saya berencana akan membuat rumah yang didominasi material kayu. Namun berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, lokasi rumah yang saya bangun memiliki sejarah permasalahan rayap yang cukup serius. Karena sebagian besar masyarakat sudah mengganti material kayu dengan material logam. Saya ingin tanyakan, bagaimana cara mengatasi rayap tersebut? Adakah informasi mengenai jenis rayap dan cara mengatasinya secara efisien?

Salam.

Wawan-Tangerang

 

Dear Pak Wawan,

Menyebut kata rayap, kita langsung teringat hewan kecil perusak bahan bangunan yang terbuat dari kayu, seperti lantai, kusen, jendela, pintu, lis plafon, lemari kabinet, dan lainnya. Adakah cara jitu usir rayap di rumah? Bagaimana menanganinya secara efektif?

Di Indonesia, rayap memiliki sebutan berbeda. Ada yang menamainya semut putih. Di Sumatera dikenal dengan anai-anai. Di Jawa, rangas, sedang beberapa jenis rayap di Jawa Barat disebut riyuh sumpiyuh. Panjang tubuh rayap berkisar antara 4–11 mm.

Jenis Rayap

Rayap diperkirakan ada sejak zaman Mesozoic atau akhir zaman Palaeozoic yang diidentifikasikan memiliki lebih 2.500 jenis yang tersebar di seluruh dunia Di Indonesia terdapat sekitar 247 jenis rayap teridentifikasi, 20 jenis diketahui berperan sebagai perusak kayu, 10 jenis rayap menyerang bangunan dan merusak pekarangan.  Penyebarannya terkait dengan suhu dan curah hujan. Sebagian besar jenis rayap hidup di dataran rendah tropika dan subtropika, hanya sedikit yang bertahan di dataran tinggi. Biasanya menyerang daerah dengan batas 50º LU dan LS, sedang di daerah tropika, rayap ditemukan mulai dari pantai sampai ketinggian 3.000 m di atas permukaan laut.

Rayap membutuhkan waktu untuk berkoloni, sekitar 3–5 tahun. Dalam satu koloni bisa berkembang biak ratusan ribu hingga jutaan ekor. Usia produktif rayap berbeda–beda. Untuk ratu, sekitar 20 tahun, sedang rayap pekerja, hanya tiga tahun. Dalam satu koloni terdiri dari sepasang raja dan ratu, serta ribuan tentara, sisanya disebut rayap pekerja. Rayap pekerja inilah yang mencari makanan selama 24 jam terus menerus. Hasilnya dikirim ke rayap prajurit, raja dan ratu.

Jika berat tubuh rayap sekitar 2,5 milligram,  untuk satu ekor rayap membutuhkan makanan sekitar 0,24 milligram setiap hari. Tinggal menghitung saja berapa kilogram kayu yang diperlukan satu koloni rayap per hari.

Berdasarkan lokasi sarang utama, rayap perusak kayu dapat digolongkan menjadi:

Rayap pohon, menyerang pohon yang masih hidup dan bersarang dalam pohon. Yang khas dari rayap ini, Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae) hama pohon jati.

Rayap kayu lembab, menyerang kayu mati yang lembab. Bersarang dalam kayu. Contohnya jenis rayap dari genus Glyptotermes (Glyptotermes spp famili kalotermitidae).

Rayap kayu kering, seperti Cryptotermes spp (famili Kalotermitidae) hidup dalam kayu mati yang kering. Umumnya terdapat di rumah–rumah dan perabot–perabot seperti meja, kursi, dan seterusnya. Tanda serangannya, terdapatnya butir–butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan yang sering berjatuhan di lantai atau sekitar kayu yang diserang.

Rayap subteran, hidup dalam tanah yang mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk. Tunggak pohon, baik yang telah mati maupun yang masih hidup. Di Indonesia rayap subteran dari jenis Rhinotermitidae.

Rayap tanah, termasuk famili Termitidae. Rayap ini bersarang di tanah yang dekat dengan bahan organik yang mengandung selulosa, seperti kayu, serasah dan humus yang menjadi makanan utama dari rayap jenis ini. Contohnya‘Macrotermes spp (terutama M. gilvus) Odontotermes spp dan Microtermes spp. Jenis ini sangat ganas dan dapat menyerang obyek–obyek berjarak sampai 200 m dari sarangnya. Untuk mencapai kayu sasarannya, mereka dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa cm dengan bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya. Macrotermes dan Odontotermes merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang bangunan di Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana rayap merusak bangunan rumah?  Rayap menyerang kayu yang berhubungan dengan tanah, lalu masuk melalui retakan atau rongga dinding dan fondasi. Mereka membuat liang–liang kembar di atas permukaan kayu beton atau pipa. Kerusakan yang disebabkan rayap tidak terbatas pada kayu. Rayap juga menyerang instalasi listrik dan instalasi AC, serta biasanya menyerang plafon, kusen baik jendela atau pintu dan furnitur kayu.

Kayu yang termakan rayap akan rusak dan menyisakan butiran kecil di lantai rumah./Foto: Dok.Ikons

Jitu Usir Rayap

Salah satu cara pembasmian rayap dengan bahan kimia yang bersifat racun. Digunakan pada tanah yang ditentukan kadar kepekatannya. Pengerjaannya dengan cara dibor pada lantai atau dinding, lalu bahan kimia diinjeksi dengan jarak tertentu. Cara ini bisa bertahan hingga 12 bulan. Hanya saja metode ini tidak aman bagi anak-anak dan hewan. Selain itu, menimbulkan bau yang  dapat mengganggu anggota keluarga.

Dengan kemajuan teknologi, ancaman rayap bisa dicegah dengan anti rayap. Produk anti rayap menggunakan 0,5 gram Hexaflumuron yang jika dimakan rayap, delapan minggu kemudian rayap akan berganti kulit. Kulit lamanya pecah sementara kulit barunya tidak terbentuk lagi hingga rayap mengalami dehidrasi, kekeringan dan mati.

Sistem penanganan ini tidak meracuni lingkungan, karena tidak ada penyemprotan, juga lebih aman bagi interior karena tidak menebar bau dan tidak merusak lantai atau dinding. Biaya penggunaan layanan ini dihitung berdasarkan panjang keliling dinding bangunan dalam satuan meter jumlah lantai dan fungsi bangunannya.

Tips agar rayap tidak datang:

  1. Rayap dapat dihindari dengan cara menghilangkan peluang yang bisa menimbulkan datangnya rayap, seperti area kayu yang lembab.
  2. Buang kayu–kayu bekas yang sudah tidak terpakai, yang merupakan makanan dan tempat yang sangat digemari rayap.
  3. Jangan menanam tanaman yang digemari rayap, misalnya, pohon palem.
  4. Buat kitchen set yang tidak menempel pada dinding dan dibawahnya diberikan roda agar dapat dibersihkan sewaktu-waktu.
  5. Jangan memasang kusen kayu yang langsung berhubungan dengan tanah.
  6. Jangan memasang nat lantai dengan kayu karena akan mengundang rayap untuk tinggal dan menyerang bangunan.
  7. Jika memasang lantai kayu, pilihlah kayu dengan kualitas terbaik dan anti rayap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.