Athome.id – Di tengah rutinitas yang semakin padat, rumah seharusnya menjadi tempat untuk beristirahat dan mengisi ulang energi. Namun kenyataannya, banyak orang justru menghabiskan waktu berharga hanya untuk mencari barang yang terselip atau tidak tertata rapi.

Perubahan kecil ini justru paling terasa dampaknya—terutama di ruang pribadi seperti kamar tidur dan kamar mandi, tempat di mana barang esensial seharusnya paling mudah dijangkau.
Melihat kondisi ini, IKEA Indonesia menghadirkan pendekatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari: menata rumah tidak harus rumit, cukup dimulai dari hal-hal sederhana.

“Pada akhirnya, rumah seharusnya membantu, bukan menambah beban. Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satunya dengan memastikan waktu di rumah tidak habis hanya untuk mencari barang yang kita miliki,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Ia menekankan bahwa waktu adalah aset yang terlalu berharga jika dihabiskan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dihindari, seperti kebiasaan “mencari-cari” barang di rumah.
Masalahnya Bukan di Anda, Tapi di Sistemnya
Jika situasi ini terasa familiar, Anda tidak sendiri. Polanya hampir selalu sama: dirapikan, terasa lega, lalu perlahan kembali berantakan.
Bukan karena malas atau tidak disiplin, tapi karena sistem penyimpanan yang belum benar-benar selaras dengan kebiasaan sehari-hari.

Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa banyak orang keliru mengira masalahnya ada pada ruang atau jumlah barang.
“Padahal sering kali, sistem penyimpanannya yang belum cocok. Solusi yang efektif justru dimulai dari memahami kebiasaan nyata di rumah—barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari,” ujarnya.
Melalui pendekatan bertajuk ‘Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi’, IKEA ingin mengajak masyarakat untuk mulai melihat pentingnya sistem penyimpanan yang terorganisir. Dengan memastikan setiap barang memiliki tempatnya sendiri, aktivitas harian bisa berjalan lebih lancar dan efisien.
Kunci Simpel: Ikuti Alur Kebiasaan Sehari-hari
Pendekatan menata rumah kini tidak lagi soal estetika semata, tapi tentang kemudahan dalam menjalani rutinitas.
Caranya? Mulai dari hal sederhana:
- Sediakan tempat khusus untuk barang yang sering dipakai
- Letakkan di titik-titik strategis (seperti meja rias atau dekat pintu masuk)
- Kelompokkan barang berdasarkan aktivitas
Dengan begitu, merapikan rumah bukan lagi tugas tambahan, melainkan bagian alami dari keseharian.
Solusi Kecil, Dampak Besar
Sering kali, justru elemen kecil yang punya pengaruh besar. Tray untuk barang harian, kotak penyimpanan berdasarkan kategori, hingga pembagian zona aktivitas bisa membantu mengurangi kebiasaan “menaruh sementara” yang berujung jadi permanen.

Alfonsus Kristian, Business Leader IKEA Indonesia, menegaskan bahwa produk sederhana bisa membentuk kebiasaan baru.
“Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang akan lebih terbiasa untuk langsung mengembalikannya. Dari situ, rumah bisa tetap teratur tanpa usaha berlebih,” jelasnya.
Lebih dari sekadar soal kerapihan, langkah kecil ini diyakini mampu memberikan dampak besar pada kualitas hidup. Rumah pun kembali menjadi ruang yang benar-benar mendukung kenyamanan, bukan sebaliknya.