Athome.id – Momentum Earth Day 2026 dimanfaatkan TACO untuk menegaskan satu hal penting, masa depan industri harus berkelanjutan. Tak sekadar wacana, perusahaan ini langsung tancap gas lewat penerapan zero waste manufacturing—sebuah sistem produksi terintegrasi yang meminimalkan limbah sekaligus mengoptimalkan seluruh sumber daya.
Pendekatan ini mencakup seluruh rantai produksi, dari penggunaan material hingga pengelolaan energi, air, dan limbah. Hasilnya? Proses yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
“Momentum Earth Day menjadi pengingat bahwa keberlanjutan harus dimulai dari proses yang paling mendasar. Karena itu, kami mengintegrasikan zero waste manufacturing ke dalam seluruh sistem operasional, mulai dari pemanfaatan material hingga pengelolaan limbah, energi, dan air. Dengan demikian, kami dapat memastikan setiap proses berjalan lebih optimal, meminimalkan limbah, dan menghadirkan dampak positif bagi perkembangan industri,” ujar Wisnu Purnayusepta, Factory Head TACO.

Keberlanjutan Bukan Lagi Tambahan, Tapi Fondasi
Di TACO, keberlanjutan bukan sekadar program pelengkap—melainkan inti dari bisnis itu sendiri. Seluruh proses produksi dirancang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), menjadikannya bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan.
Tak hanya fokus pada lingkungan, TACO juga menempatkan manusia sebagai prioritas. Melalui standar Health, Safety, and Environment (HSE) serta K3, perusahaan memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Fasilitas klinik dan pemenuhan nutrisi karyawan menjadi bukti bahwa kesejahteraan tenaga kerja ikut diperhatikan.

Mendorong Standar Baru Industri
TACO melihat efisiensi dan tanggung jawab lingkungan sebagai satu paket. Implementasi zero waste manufacturing pun menjadi langkah strategis untuk menciptakan industri yang lebih modern dan terukur.
Di level operasional, perusahaan telah menjalankan strategi dekarbonisasi yang signifikan. Ribuan ton emisi CO2eq berhasil ditekan setiap tahun, sementara penggunaan energi non-fosil mencapai 99,8% melalui biomassa dan teknologi waste-to-energy.
Sistem Sirkular dengan Limbah 100% Dikelola
Di fasilitas produksi Cikande, TACO menerapkan sistem ekonomi sirkular yang memastikan setiap material dimanfaatkan secara optimal. Semua limbah produksi dikelola dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan capaian impresif, 100% limbah diproses dan dimanfaatkan kembali.
Tak berhenti di situ, dampaknya juga dirasakan masyarakat. Mulai dari pemugaran fasilitas sosial hingga program edukasi bagi siswa SMK dan mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan.
Air Dikelola Lingkungan Terjaga
Efisiensi juga diterapkan pada pengelolaan air. Melalui sistem pengolahan terintegrasi, seluruh air limbah diolah dan digunakan kembali untuk operasional serta area hijau pabrik. Langkah ini memperkuat komitmen terhadap konservasi sumber daya sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan sekitar.
Keberlanjutan di TACO tak hanya berhenti di proses produksi, tetapi juga tercermin dalam produk yang dihasilkan. Material interior dari TACO telah mengantongi berbagai sertifikasi nasional dan internasional seperti TKDN, SNI, ISO, dan Singapore Green Label.

Artinya, konsumen tak hanya mendapatkan produk berkualitas tinggi secara fungsi dan estetika, tetapi juga jaminan bahwa produk tersebut diproses secara bertanggung jawab.
“Kualitas produk hari ini juga ditentukan dari bagaimana produk itu dibuat. Kami ingin membangun kepercayaan konsumen melalui proses yang transparan dan berkelanjutan,” tambah Wisnu.
Menuju Industri yang Lebih Bertanggung Jawab