Athome.id – Di balik gemerlap dan kompetisi kehidupan ibu kota, semakin banyak generasi muda yang merasakan kebutuhan akan ruang aman untuk bertumbuh, berefleksi, dan menemukan makna hidup. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menggelar diskusi panel reflektif bertajuk “Menelusuri Makna Sejati Seorang Sahabat” di Masjid Istiqlal, pada Minggu (15/6) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan proposisi merek terbaru BCA Syariah yang memasuki usia ke-16 tahun dengan mengusung semangat “Sahabat Berkahmu”. Tidak sekadar membahas layanan perbankan, forum ini justru mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban dengan tekanan sosial, pencarian jati diri, hingga pentingnya kehadiran sosok pendamping yang tulus dalam perjalanan hidup.
Saat Label Sosial Tak Lagi Penting, yang Dicari Adalah Ketenangan Jiwa
Diskusi mengupas pesan-pesan mendalam dalam Digital Video Campaign (DVC) terbaru BCA Syariah yang telah tayang di berbagai platform digital sejak bulan lalu. Berbeda dengan kampanye perbankan pada umumnya yang menonjolkan angka dan transaksi, video tersebut mengajak publik menyelami sisi emosional dan spiritual manusia.
Desainer sekaligus publik figur Ivan Gunawan mengaku pesan dalam kampanye tersebut sangat dekat dengan realitas kehidupan yang ia jalani.
“Di industri hiburan atau dunia kreatif, kita setiap hari terjebak dalam penilaian orang lain berdasarkan cara berpakaian atau label luar yang dibuat manusia. Ketika saya merenungkan bait kalimat ‘Aku ingin menjadi siapa yang baik menurut Tuhan,’ itu menjadi titik balik emosional yang sangat memerdekakan jiwa,” ujar Ivan Gunawan.

Menurut Ivan, masyarakat modern saat ini tidak hanya membutuhkan institusi keuangan, tetapi juga ekosistem yang mampu menghadirkan rasa nyaman, keberkahan, dan penerimaan tanpa syarat.
Menghapus Sekat, Merangkul Semua Golongan
Pesan tersebut diterjemahkan secara visual oleh sutradara Fico Loygara yang menggarap kampanye video BCA Syariah. Ia sengaja meninggalkan pendekatan visual perbankan yang formal dan menggantinya dengan kisah-kisah yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
“Kita tidak sedang berjualan tabungan, melainkan memotret kerapuhan dan perjalanan spiritual manusia,” kata Fico.
Melalui pendekatan sinematik yang hangat dan humanis, video tersebut menampilkan berbagai latar belakang masyarakat, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM yang duduk bersama tanpa sekat. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa persahabatan sejati tidak mengenal perbedaan status sosial, profesi, maupun latar belakang.
Semua Orang Berhak Menjadi Lebih Baik
Pesan inklusivitas juga diperkuat oleh Ustaz Halim Ambiya, penggerak komunitas Tasawuf Underground. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Semua orang, terlepas dari latar belakangnya, berhak mendapatkan kesempatan berubah menjadi sosok yang lebih baik. Mereka membutuhkan sahabat yang setia mendampingi, mengingatkan, dan mengajak ke jalan kebaikan,” ujarnya.
Ia menilai semangat tersebut menjadi titik temu antara Tasawuf Underground dan BCA Syariah dalam menghadirkan ruang belajar spiritual yang juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan.
Digitalisasi Zakat dan Infak, Kebaikan Kini Semakin Mudah Dijangkau
Komitmen menjadi “sahabat” yang relevan bagi masyarakat juga diwujudkan BCA Syariah melalui kolaborasi digital bersama Masjid Istiqlal.
Melalui aplikasi mobile banking BSya, masyarakat kini dapat menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) langsung ke Rekening Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal yang telah terintegrasi secara resmi dalam aplikasi. Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula Program Istiqlal #BSyaInfak untuk mendukung penyaluran dana sosial keagamaan secara aman, mudah, dan transparan.

Senior Vice President Div. Head Funding & Services BCA Syariah, Mia R. Amalia, mengatakan inovasi tersebut dirancang agar masyarakat tetap dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kebaikan meski memiliki mobilitas yang tinggi.
“Menjadi sahabat sejati berarti hadir secara relevan di mana komunitas dan nasabah kami berada. Kolaborasi ini menjadi pondasi spiritual yang selanjutnya akan kami lanjutkan melalui aktivasi besar bertajuk Rumah Sahabat 2026,” jelas Mia R. Amalia.
Rumah Sahabat 2026, Perpaduan Spiritualitas, Kesehatan Mental, dan Hiburan
Komitmen tersebut akan berlanjut melalui gelaran Rumah Sahabat 2026 yang akan berlangsung pada 20–21 Juni di Senayan City Outdoor Area, Jakarta.
Mengusung konsep rumah yang hangat dan nyaman, acara ini menghadirkan berbagai ruang interaktif mulai dari Living Room, Ruang Makan, Ruang Jeda, hingga Ruang Ekspresi.
Seluruh aktivitas dirancang untuk mendukung tiga aspek penting kehidupan yang seimbang:
1. Spiritual Health
Kajian ringan dan inspiratif bersama Habib Jafar, Ustaz Fatih Karim, Koh Dennis Lim, dan Oki Rengga.
2. Financial Health & Mental Health
Sesi konsultasi kesehatan mental bersama tim ESQ, edukasi pengelolaan keuangan keluarga, pameran UMKM perempuan binaan WEpreneur, hingga diskusi regenerasi bisnis bersama Prof. Rhenald Kasali.
3. Entertainment
Panggung musik intim yang akan dimeriahkan oleh Dewa 19 dan RAN.
Melalui rangkaian aktivitas di Masjid Istiqlal dan Rumah Sahabat 2026, BCA Syariah ingin memperluas makna kehadiran sebuah institusi keuangan. Tidak hanya sebagai penyedia layanan transaksi, tetapi juga sebagai sahabat perjalanan hidup yang mendampingi masyarakat dalam menemukan ketenangan, keberkahan, dan makna yang lebih dalam di setiap langkah kehidupan.