INACRAFT October Vol. 5 2026 Resmi Digelar, “Techno Craft” Satukan Tradisi dan Teknologi

Athome.id — Dunia kerajinan Indonesia kembali mendapat panggung besar. INACRAFT October Vol. 5 2026 resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7–11 Oktober 2026.

Mengusung tema “Techno Craft”, pameran yang merupakan sister event dari The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ini membawa semangat baru dengan mempertemukan kekayaan tradisi kriya Indonesia dengan teknologi, desain, dan inovasi.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event, INACRAFT October tahun ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan potensi bisnis mereka melalui konsep Youthpreneurs.

Dibuka Selvi Gibran, Dihadiri Sejumlah Menteri dan Pejabat Negara

Pembukaan INACRAFT October Vol. 5 2026 berlangsung di Hall B JICC, Rabu (7/10/2026). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming Raka.

Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah, perwakilan Seruni (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) Kabinet Merah Putih, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat ASEPHI, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso yang turut memberikan sambutan.

Prosesi pembukaan dilakukan secara simbolis dengan peletakan plakat secara bersamaan. Prosesi tersebut kemudian dilengkapi permainan visual grafis pada LED podium sehingga memberikan sentuhan teknologi yang sejalan dengan tema utama pameran tahun ini.

Usai seremoni pembukaan, Selvi Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan area pameran bersama Project Officer INACRAFT October Vol. 5 2026, Syamsul Huda, dan Seruni Kabinet Merah Putih. Peninjauan tersebut kemudian disusul oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

“Techno Craft”, Saat Tradisi Bertemu Inovasi

Tema “Techno Craft” menjadi benang merah INACRAFT October Vol. 5 2026.

Melalui tema tersebut, teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti keterampilan tangan maupun kearifan lokal. Sebaliknya, teknologi diposisikan sebagai alat untuk memperkuat nilai, kualitas, fungsi, sekaligus daya tarik produk kerajinan Indonesia.

Pendekatan ini diharapkan membuat kerajinan tradisional mampu terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas dan karakter budayanya.

Perpaduan antara kearifan lokal, keterampilan artisan, desain, teknologi, dan inovasi diharapkan melahirkan produk kriya yang tidak hanya relevan bagi konsumen masa kini, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global.

Dengan demikian, INACRAFT ingin menunjukkan bahwa tradisi dan teknologi bukanlah dua kekuatan yang saling berseberangan. Keduanya justru dapat berkolaborasi untuk membawa industri kriya Indonesia menuju masa depan.

829 Stan Ramaikan Lima Hall JICC

Skala INACRAFT October Vol. 5 2026 juga terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 829 stan dan tersebar di lima hall JICC.

Untuk memudahkan pengunjung menemukan produk sesuai kebutuhan, ASEPHI melakukan kurasi sekaligus pembagian peserta berdasarkan kategori produk ke dalam sembilan zona.

  • Main Lobby: Home Living, Gift Items, Shoes, Bags, Aromatherapy, dan Paviliun Internasional.
  • Cendrawasih Hall: Batik, Tenun, Embroidery, dan Ecoprint.
  • Assembly Hall: Batik, Tenun, Embroidery, Ecoprint, Fashion, Perfume, Fragrance & Personal Care, UMM Dinas, BUMN & Kementerian, serta peserta internasional.
  • Promenade: Batik, Tenun, Embroidery, dan Ecoprint.
  • Hall A: Batik, Tenun, Embroidery, Ecoprint, Jewelry, Accessories, dan Youthpreneurs.
  • Hall B: Batik, Tenun, Embroidery, Ecoprint, Fashion, serta Talam INACRAFT untuk kategori Food & Beverages.
  • Lobby Hall A: UMKM Binaan Sponsor, BUMN, dan Kementerian.
  • Lobby Hall B: Fashion, Moeslem Fashion, dan Miscellaneous Craft.
  • Mezzanine: Talam INACRAFT untuk kategori Food & Beverages.

Komposisi peserta pun cukup beragam. Terdapat 713 peserta individu/anggota ASEPHI, 85 stan peserta Dinas, 15 stan Kementerian/BUMN, serta peserta luar negeri yang menempati area Main Lobby.

Selain itu, terdapat 69 peserta individu nonanggota, 59 peserta Talam, serta 18 island yang diisi oleh BUMN dan peserta lainnya.

Youthpreneurs Jadi Wajah Generasi Baru Industri Kriya

Salah satu daya tarik INACRAFT October Vol. 5 2026 adalah keterlibatan 19 youthpreneurs.

Kehadiran para pengusaha muda ini memperlihatkan bagaimana industri kriya tidak lagi identik dengan produk tradisional semata. Generasi muda membawa pendekatan baru melalui desain, kreativitas, teknologi, strategi bisnis, hingga pemanfaatan pasar digital.

Para youthpreneurs tersebut juga menjadi bagian dari target pengembangan pasar INACRAFT. Panitia berharap karya mereka dapat ikut menarik perhatian potential buyers internasional yang hadir selama pameran.

INACRAFT October Vol. 5 2026 tidak hanya menawarkan aktivitas belanja produk kriya.

ASEPHI menghadirkan rangkaian Insight Program INACRAFT yang dapat diikuti pengunjung maupun peserta, mulai dari Craft Talks & Workshop, Cultural Performance, Digital Lounge, Craft Experience Spot, hingga berbagai kegiatan lainnya.

ASEAN Business Forum Dorong Akses Pasar Produk Kriya

Upaya memperluas jaringan bisnis juga dilakukan melalui ASEAN Business Forum dengan tema “Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access”.

Forum ini menghadirkan panelis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), ASEAN Gifts & Crafts Federation, hingga artisan muda.

ASEPHI juga membuka jejaring bisnis melalui B2B Networking yang melibatkan 30 youthpreneurs terkurasi.

Aspek keberlanjutan juga mendapat perhatian dalam INACRAFT October tahun ini.

Melalui ASEPHI Go Green Activity, ASEPHI kembali berkolaborasi dengan Waste Hub Management sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan di industri kriya.

Sementara itu, agenda INACRAFT Appreciation Night menjadi ruang apresiasi bagi para peserta, artisan, dan youthpreneurs yang berpartisipasi dalam pameran.

ASEPHI juga menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Kementerian Hukum melalui DJKI & AHU Media diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku seni dan budaya mengenai pentingnya merek serta perlindungan Indikasi Geografis.

Sejumlah kerja sama juga diagendakan melalui penandatanganan MoU dengan BRIN, GNIK, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia untuk mendukung pengembangan sektor kreatif kerajinan agar semakin profesional dan siap menghadapi tantangan global.

Bidik 80 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp100 Miliar

Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, INACRAFT October Vol. 5 2026 menargetkan 80.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan.

Panitia juga membidik kehadiran 120 potential buyers internasional, transaksi retail sekitar Rp100 miliar, serta kontrak dagang mencapai US$2,7 juta.

INACRAFT October Vol. 5 2026 terbuka untuk masyarakat umum pada 7–11 Oktober 2026, setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB.

Harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp35.000. Pengunjung dapat melakukan pre-registration melalui situs resmi INACRAFT atau membeli tiket langsung di ticket box yang tersedia di area JICC.

Ada pula program dari Bank Mandiri. Pengunjung yang melakukan pembukaan Tabungan NOW atau Mandiri Kartu Kredit berkesempatan memperoleh tiket masuk sebagai bagian dari reward yang diberikan Bank Mandiri.

Berbagai informasi mengenai pameran dan agenda kegiatan dapat diakses melalui situs resmi INACRAFT serta media sosial resmi INACRAFT di Facebook, Instagram, dan TikTok serta YouTube.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *