Athome.id – Lebih dari sekadar alas kaki, Dr. Martens telah lama menjadi simbol ekspresi diri, kreativitas, dan keberanian untuk tampil berbeda. Semangat inilah yang kembali digaungkan melalui kampanye terbaru Autumn/Winter 2026 (AW26) bertajuk ‘With Bouncing Soles’.
Tiga kata yang selama puluhan tahun menghiasi heel loop setiap pasang sepatu Dr. Martens ini bukan sekadar slogan. ‘With Bouncing Soles’ merepresentasikan semangat untuk menjadi diri sendiri, berani mendobrak batas, dan meninggalkan jejak melalui kreativitas serta individualitas.
Sejak sepasang boot 1460 pertama keluar dari lini produksi pada 1960, frasa tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Dr. Martens. Awalnya, istilah ini merujuk pada teknologi sol berbantalan udara (air-cushioned sole) yang menjadi ciri khas merek asal Inggris tersebut.
Namun, seiring perjalanan waktu, maknanya berkembang jauh melampaui aspek teknis sebuah alas kaki. Kini, ‘With Bouncing Soles’ menjadi representasi semangat lintas generasi, budaya, dan komunitas yang menjadikan Dr. Martens sebagai bagian dari identitas mereka.
Bukan Sekadar Sepatu, tetapi Pernyataan Identitas
Melalui kampanye AW26, Dr. Martens ingin mengajak publik melihat lebih dalam makna di balik setiap langkah. Bukan hanya tentang sepatu yang dikenakan, tetapi juga cerita, pengalaman, dan karakter personal yang tumbuh bersama pemakainya.
Global Brand Creative Director Dr. Martens, Neil Cummings, mengatakan bahwa ‘With Bouncing Soles’ telah menghiasi sejumlah siluet paling ikonis merek tersebut sejak awal produksinya.
Kini, semangat itu menjadi benang merah yang menghubungkan para sosok yang turut membentuk perjalanan Dr. Martens dengan generasi baru yang menemukan merek ini melalui cara mereka sendiri.
“Ini adalah undangan untuk merayakan kreativitas, individualitas, dan kepercayaan diri untuk mengekspresikan diri. Apa yang membuat sol Anda ‘bounce’? Dalam beberapa hal, meluangkan waktu untuk bertanya sama pentingnya dengan jawabannya,” ujar Neil Cummings.
Chloë Sevigny hingga Naomi Watanabe, Suarakan Kreativitas dengan Cara Sendiri
Untuk menghidupkan pesan tersebut, kampanye AW26 menghadirkan deretan figur kreatif dari berbagai latar belakang dan komunitas dunia.
Tiga nama yang menjadi sorotan adalah aktris sekaligus ikon gaya Chloë Sevigny, musisi, penulis, dan advokat kesehatan mental Jordan Stephens, serta komedian dan pengusaha Naomi Watanabe.

Ketiganya memiliki perjalanan dan karakter yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh satu semangat: keberanian mengekspresikan diri tanpa harus mengikuti standar orang lain.
Bagi Chloë Sevigny, Dr. Martens merupakan item fashion yang justru semakin personal seiring berjalannya waktu.
“Bagi saya, ‘What Makes Your Sole Bounce?’ dijawab dengan tetap penasaran, berani mencoba hal baru, dan selalu terbuka pada apa pun yang datang,” ungkap Chloë.
Sementara itu, Jordan Stephens melihat kreativitas dari sudut pandang permainan kata antara sole (sol sepatu) dan soul (jiwa).
“Dr. Martens sudah menemani banyak momen penting dalam hidup saya, jadi terlibat di kampanye ini terasa sangat natural. Yang bikin sol saya ‘bounce’? Kata-kata. Saya suka permainan sole dan soul di sini, karena kreativitas memang hidup di lapisan-lapisan makna,” tuturnya.
Berbeda lagi dengan Naomi Watanabe. Komedian asal Jepang ini memaknai semangat tersebut melalui kegembiraan dan kebebasan berekspresi yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
“Rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari kampanye yang merayakan kegembiraan dan ekspresi diri, karena keduanya selalu menjadi bagian besar dari komedi saya. Saya juga senang bisa membawa gaya komedi saya ke dunia Dr. Martens dan mengekspresikannya di sini, di New York,” ujar Naomi.
Bersama para kreator dan penggerak komunitas Doc’s lainnya dari berbagai penjuru dunia, ketiganya menghadirkan jawaban yang berbeda atas satu pertanyaan: What Makes Your Sole Bounce?
Lima Siluet Ikonis Hadir dengan Sentuhan Baru
Tak hanya merayakan cerita dan karakter para pemakainya, kampanye ini juga menyoroti lima siluet legendaris yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Dr. Martens.
Lima model tersebut meliputi boot 1460, sepatu 1461, loafer Adrian, Chelsea boot 2976, dan Mary Jane 8065.
Seluruh koleksi tetap mengandalkan teknologi sol air-cushioned orisinal Dr. Martens, tetapi kini hadir dengan material kulit Crazy Horse yang memberikan karakter lebih khas dan personal.
Salah satu daya tariknya adalah kehadiran pilihan warna baru Cherry Red yang diluncurkan untuk koleksi AW26. Selain itu, model 1460, 1461, dan Mary Jane 8065 juga mendapatkan sentuhan warna baru DM’s Green.
Penggunaan kulit Crazy Horse bukan tanpa alasan. Material ini dikenal memiliki karakter yang semakin terbentuk seiring pemakaian. Goresan, perubahan tekstur, dan jejak penggunaan justru menjadi bagian dari keunikan setiap pasang sepatu.
Filosofi tersebut selaras dengan pesan utama ‘With Bouncing Soles’: tidak ada dua kisah yang benar-benar sama, begitu pula tidak ada dua pasang sepatu yang memiliki perjalanan identik.
Setiap pemakainya akan meninggalkan jejak tersendiri, sementara material kulitnya berevolusi mengikuti perjalanan tersebut. Hasilnya adalah alas kaki yang tidak hanya memiliki daya tahan dan craftsmanship khas Dr. Martens, tetapi juga menyimpan cerita personal pemiliknya.
Dari Fashion ke Gerakan Kreatif Lintas Komunitas
Menariknya, ‘With Bouncing Soles’ tidak dirancang sebagai kampanye musiman semata. Dr. Martens menjadikannya sebuah platform kreatif jangka panjang yang akan terus berkembang melalui produk, kampanye, kolaborasi, program budaya, pengalaman ritel, hingga berbagai inisiatif komunitas di seluruh dunia.
Beragam aktivitas, termasuk pengalaman langsung dan workshop hands-on, akan menjadi ruang bagi publik untuk mengeksplorasi kreativitas, saling terhubung, dan berbagi cerita tentang hal-hal yang membuat mereka berani mengekspresikan diri.
Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa identitas Dr. Martens tidak hanya dibangun dari desain sepatu yang ikonis, tetapi juga dari orang-orang dan komunitas yang mengenakannya.
Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan tetap sama: setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan diri, dan tidak ada alasan untuk menyembunyikan keunikan tersebut.
Kampanye ‘With Bouncing Soles’ resmi diluncurkan pada 24 September. Koleksi Crazy Horse Icons kini tersedia di gerai Dr. Martens, situs resmi drmartens.id, serta jaringan stockist resmi Dr. Martens terpilih.
Karena bagi Dr. Martens, sepatu ikonis mungkin menjadi awal sebuah cerita. Namun, para pemakainyalah yang membuat cerita itu hidup dan memiliki makna.














Leave a Reply