Mahasiswa Zaman Sekarang Pilih Apartemen

Foto: Ilustrasi apartemen

Mahasiswa zaman dahulu identik dengan kos, rumah sewa, dan asrama yang dekat atau di dalam lingkungan kampus. Tren hunian mahasiswa generasi milenial zaman sekarang sudah tidak lagi ngekos, melainkan bergeser ke apartemen. Kehadiran apartemen di sekitar lingkungan perguruan tinggi kini semakin mewabah. Okupansi unit sewa yang tinggi membuat pasar apartemen untuk mahasiswa menjadi bisnis yang selalu ada permintaannya, dan biasanya meningkat setiap memasuki tahun ajaran baru sekitar bulan Mei. Umumnya sebagian besar unit tersedia untuk tipe studio, saat ini banyak di daerah yang memiliki kampus, di antaranya di Bandung, Bekasi, Depok, Malang, Semarang, Serpong, Surabaya, dan Yogyakarta. Ini merupakan sebuah tren global dan ada efek multiplikasi yang turut memengaruhi pertumbuhan properti lainnya.

Bisnis apartemen mahasiswa masih berpotensi dan menjanjikan untuk disewakan dengan tingkat imbal hasil yang menarik. Selain harganya yang setiap tahun meningkat, seusai menyelesaikan studi sekitar 4 tahun nanti dapat disewakan kembali. Harga sewa apartemen tipe studio saat ini dipasarkan di kisaran Rp5 juta, kenaikan harganya bisa mencapai 12 persen per tahun. Tren properti residensial yang menyasar kalangan mahasiswa menengah atas tumbuh positif, sebab pembangunan beberapa kampus baru masih banyak dilakukan. Adanya apartemen bagi mahasiswa memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orang tua. Apartemen dekat kampus ini menjanjikan karena investasinya yang sangat prospektif didukung tingginya permintaan yang tak lepas dari besarnya potensi mahasiswa di kampus tersebut, yang berkisar 20-150 ribu mahasiswa.

Apartemen untuk segmen mahasiswa diminati oleh pengembang dan juga pembeli, khususnya bagi yang memiliki target pasar dengan harga di bawah Rp500 juta per unit. Tidak mudah untuk mencari lahan di sekitar kampus, yang setidaknya butuh sekitar 2 hektar. Pembangunan apartemen tertantang dengan keterbatasan lahan, kebijakan pemerintah dengan kuota dalam pemberian izin properti, dan juga batasan ketinggian bangunan komersial yang dibatasi. Sedangkan faktor yang mendorong pertumbuhan properti adalah pembangunan infrastruktur transportasi yang agresif seperti jalan besar, jalan tol, dan kereta cepat, yang meningkatkan aksesibilitas sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor properti.

Target pasar beberapa pengembang adalah para pebisnis properti, orangtua yang anaknya mau kuliah, atau pun pemodal properti yang mau menyewakannya ke mahasiswa. Selain pemasaran secara langsung ke konsumen akhir, pengembang juga harus menggandeng kampus dan perhimpunan alumni untuk penjualan secara masif. Pengembang perlu menyusun strategi untuk memanfaatkan potensi pasar properti residensial dengan segmentasi mahasiswa di mana mereka memilih unit yang simpel mulai dari tipe studio dan 1 kamar tidur, disertai fasilitas akses internet, kolam renang, gym, fitness centerjogging trackshuttle busstudent center, hingga gerai makanan modern. Apartemen juga harus dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa terhadap fasilitas teknologi digital, keamanan, dan privasi 24 jam penuh. Ditambah fasilitas penunjang gaya hidup lainnya seperti kafe, minimarket, dan lain sebagainya. Pengembang juga dapat menawarkan asisten kebersihan untuk unit apartemen.

Ceruk pasar apartemen segmen mahasiswa ini masih mumpuni dengan rentang harga Rp300-600 juta. Sebagian besar unit biasanya dibeli secara tunai keras, sedangkan sisanya via kredit pemilikan apartemen, serta cicilan lunak. Yang perlu diperhatikan pengembang adalah umumnya generasi milenial belum memiliki dana yang cukup untuk membayar uang muka, maka pengembang perlu bekerjasama dengan perbankan untuk memberikan kemudahan dalam pengajuan kredit, sehingga para mahasiswa akan segera tertarik mengajukan diri untuk mulai membeli unit apartemen. Melalui berbagai macam promosi antara lain uang muka rendah, cicilan bertahap, dan pola kemudahan lainnya. Pengembang harus fokus berstrategi untuk produk properti baru seperti apartemen mahasiswa ini lebih kreatif lagi bagi konsumen anak muda.

 

David Cornelis – Pengamat Properti

davidcornelism@gmail.com

 

Tags:
Blog Comments

[…] data mengungkapkan bahwa Indonesia segera dikuasai generasi milenial. Generasi dalam usia produktif dengan jumlah yang terus bertambah. Dalam rentang 2020 hingga 2035 […]

[…] Baca : Mahasiswa Zaman Sekarang Pilih Apartemen […]

Leave a Comment