Athome.id – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) menggelar gerakan inspiratif bertajuk “1000 Hari Cinta: Ibu Sehat – Anak Cerdas”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen KPPB dalam memperkuat literasi kesehatan ibu dan anak sejak fase paling menentukan dalam kehidupan.
Diinisiasi oleh Meiline Tenardi, Ketua Penyelenggara sekaligus Founder KPPB, gerakan ini merupakan bagian dari program edukasi publik yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak di masa awal kehidupan—fase krusial yang sering kali luput dari perhatian, padahal menentukan kualitas generasi masa depan.

Bertempat di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki, acara ini dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pendamping menteri, perwakilan kementerian terkait, tokoh perempuan, akademisi, pimpinan komunitas, mitra, sponsor, dan donatur, hingga perempuan prasejahtera dan usia subur sebagai penerima manfaat utama.
Mengapa 1000 Hari Pertama Kehidupan Begitu Penting?
Gerakan “1000 Hari Cinta” menyoroti pentingnya seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK)—periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masa ini merupakan jendela emas yang menentukan pembentukan struktur otak, pertumbuhan fisik, sistem kekebalan tubuh, serta kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

“Isu kesehatan ibu dan anak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan literasi dan akses pengetahuan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas pemahaman keluarga tentang betapa pentingnya fase awal kehidupan,” ujar Meiline Tenardi dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, dr. Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat yang menjadi narasumber, menegaskan bahwa kesalahan pemenuhan gizi pada fase 1000 HPK dapat berdampak jangka panjang.
“Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode biologis yang sangat menentukan pembentukan fungsi otak, sistem imunitas, dan kapasitas metabolik anak. Kekeliruan pada fase ini akan meninggalkan dampak yang sulit diperbaiki di masa dewasa,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah untuk generasi berkualitas juga ditunjukkan pada kegiatan ini yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, Fatma Saifullah Yusuf, istri Menteri Kementerian Sosial Republik Indonesia, Tina Astari Maman, Istri Menteri UMKM, serta Prof. Hj Siti Nur Azizah Maruf Amin.
“Pembangunan kualitas keluarga dimulai sejak pra-nikah, pra-hamil, hingga masa pengasuhan awal. 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah investasi strategis bangsa karena dari sinilah kualitas sumber daya manusia Indonesia dibentuk,” ujar Isyana Bagoes Oka.

Edukasi, Inspirasi, dan Aksi Nyata
Rangkaian acara dikemas secara edukatif dan inspiratif, meliputi:
-
Pemutaran film pendek edukatif “1000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas” yang menggambarkan realitas keluarga Indonesia dalam fase 1000 HPK
-
Talkshow dan diskusi bersama para ahli mengenai gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI tepat, stimulasi tumbuh kembang, serta kesehatan mental ibu
-
Sesi interaktif tanya jawab bersama Inayah Wahid, yang membangun dialog reflektif dengan peserta
-
Aksi simbolis pencegahan stunting sebagai bentuk komitmen lintas sektor
-
Penampilan tari modern oleh Belantara Budaya Indonesia sebagai persembahan cinta bagi ibu Indonesia
-
Bakti sosial berupa pembagian paket sembako, nasi kotak, dan goodie bag bagi perempuan prasejahtera

Para narasumber yang terlibat antara lain:
-
dr. Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat
-
dr. Marielle Ancilla D, dokter dan konselor laktasi
-
Rika Kristina, M.Psi., Psikolog, psikolog anak dan keluarga
Untuk memperluas jangkauan edukasi, seluruh rangkaian acara disiarkan secara live streaming melalui kanal digital KPPB, PUSPAS Keuskupan Agung Jakarta, Samadi, dan Komsos KAJ, serta terbuka untuk peliputan media elektronik dan daring.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik yang bermakna, agar ibu dan keluarga memiliki dasar pengetahuan yang kuat dalam mengambil keputusan terbaik bagi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan,” pungkas Meiline Tenardi.

Lebih dari sekadar peringatan Hari Gizi Nasional, “1000 Hari Cinta” menjadi ruang belajar, refleksi, dan aksi bersama. KPPB percaya bahwa setiap ibu berhak mendapatkan pengetahuan dan dukungan yang layak, agar mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dan buah hatinya. Karena dari ibu yang sehat dan penuh cinta, akan lahir anak-anak yang cerdas dan harapan baru bagi Indonesia.