Athome.id – Apa yang terjadi ketika material yang selama ini dianggap familiar diberi kesempatan untuk dilihat dengan cara yang berbeda?
Pertanyaan itulah yang menjadi titik berangkat TACO dalam menghadirkan semangat “Explore New Horizons” di dunia seni dan desain. Memasuki tahun keenam partisipasinya di Art Jakarta 2026, TACO berkolaborasi dengan Palette Studio melalui karya bertajuk “The Curiosity Engine”—sebuah instalasi yang mengajak publik mengeksplorasi rasa ingin tahu, perspektif, serta kemungkinan baru dari material yang sudah ada.
Ketika Material Lama Mendapat Perspektif Baru
“The Curiosity Engine” lahir dari gagasan sederhana, horizon baru tidak selalu berarti menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Terkadang, kemungkinan tersebut muncul ketika kita berani melihat kembali sesuatu yang familiar dengan perspektif berbeda.
Gagasan itu diterjemahkan Palette Studio melalui komposisi visual yang menjadikan elemen lingkaran di bagian atas sebagai pusat gerak. Bentuk tersebut terinspirasi dari mata, kompas, dan matahari—tiga simbol yang merepresentasikan pengamatan, pencarian arah, sekaligus awal dari sebuah siklus baru.
Di sekelilingnya, bentuk, warna, dan tekstur lainnya dipertahankan sebagai representasi dari hal-hal yang telah dikenal sebelumnya. Kontras inilah yang menjadi pesan utama karya: perubahan cara melihat dapat menjadi awal dari perjalanan menuju horizon baru.

“Semangat Explore New Horizons bagi kami bukan hanya tentang menemukan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang keberanian untuk melihat kembali hal-hal yang sudah familiar dari perspektif berbeda. Gagasan ini sejalan dengan pendekatan Palette Studio dalam mengeksplorasi bentuk, material, dan pengalaman ruang,” ujar Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO.
Menurut Anastasia, Art Jakarta menjadi ruang yang tepat untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam karya yang dapat dialami langsung oleh pengunjung.
Menariknya, eksplorasi tersebut tidak berhenti pada aspek visual. TACO juga membawa komitmen terhadap zero waste dengan memanfaatkan material yang tersisa dari proses produksi dalam pembuatan karya tersebut.
“Jadi kami coba menunjukkan bahwa sisa material pun tetap dapat memiliki nilai dan peran baru,” lanjut Anastasia.
Dari PVC Sheet hingga Sisa HPL, Semua Punya Cerita
Bagi Palette Studio, proses menciptakan “The Curiosity Engine” justru dimulai dari bagaimana material yang sudah tersedia dapat dibaca ulang dan diberikan kemungkinan baru.
Karya ini menggunakan sejumlah material TACO, antara lain TACO PVC sheet, drawer slide, PVC board, serta waste atau sisa material HPL TACO.
Beragam warna, motif, dan tekstur yang tersedia kemudian menjadi bagian dari eksplorasi komposisi. Material tidak sekadar ditempatkan sebagai elemen pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun karakter visual karya.

“Yang menarik bagi kami dari proses ini adalah bagaimana material yang sudah ada dapat dilihat dari kemungkinan yang berbeda. Kami mengeksplorasi karakter dan susunannya untuk menemukan komposisi yang sesuai dengan gagasan yang kami bawa,” ujar Aji Fajar, Founder Palette Studio.
Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa material yang sehari-hari hadir dalam ruang dan produk interior dapat memiliki kehidupan lain ketika masuk ke dalam konteks seni dan desain.
Enam Tahun TACO di Art Jakarta, Seni Jadi Ruang Eksplorasi Material
Kehadiran TACO di Art Jakarta 2026 sekaligus menandai tahun keenam perusahaan tersebut berpartisipasi dalam salah satu ajang seni terkemuka di Indonesia.
Selama keterlibatannya, TACO konsisten mengembangkan partisipasi melalui pendekatan kreatif dan kolaborasi bersama para pelaku seni. Bagi TACO, kolaborasi menjadi cara untuk memperluas perspektif mengenai material—dari sesuatu yang bersifat fungsional menjadi bagian dari proses kreatif sekaligus pengalaman ruang.
Pendekatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Artistic Director Art Jakarta, Enin Supriyanto.
“Selama beberapa tahun terakhir, kami melihat bagaimana TACO secara konsisten membangun kolaborasi dengan berbagai seniman dan pelaku kreatif, sekaligus membuka kemungkinan baru dalam melihat peran material di dalam sebuah karya,” ujar Enin.
Menurutnya, kolaborasi lintas industri seperti ini membuat material yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat hadir melalui pendekatan yang berbeda.
“Hubungan antara seni, desain, dan ruang menjadi semakin dekat. Bagi kami, kehadiran kolaborasi lintas industri seperti ini juga memperkaya pengalaman pengunjung dalam melihat dan menikmati sebuah pameran,” lanjut Enin.
Eksplorasi Berlanjut di JICAF
Semangat yang sama juga dibawa TACO ke Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) yang tahun ini memasuki tahun ketiga keterlibatan TACO melalui program Live Mural Powered by TACO.
Jika di Art Jakarta TACO dan Palette Studio mengajak pengunjung melihat material dari perspektif baru melalui instalasi, di JICAF eksplorasi diwujudkan lewat karya mural.
Empat seniman mural lokal dan internasional—Jaekwang Park, Muklay, Mbetand, dan Maito Parta—diberikan ruang untuk menerjemahkan karakter visual dan perspektif kreatif masing-masing dengan menggunakan HPL TACO sebagai medium.
Menariknya, seluruh seniman berangkat dari material yang sama, tetapi menghasilkan interpretasi yang berbeda.
Perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah material tidak memiliki satu kemungkinan saja. Di tangan kreator yang berbeda, material yang sama dapat berkembang menjadi bahasa visual yang berbeda pula.
Ketika Material Familiar Membuka Kemungkinan Baru
Bagi TACO, “The Curiosity Engine” di Art Jakarta dan Live Mural di JICAF memiliki benang merah yang sama: rasa ingin tahu dapat mengubah cara kita melihat sesuatu.

Material yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai bagian dari kebutuhan interior kini dapat hadir sebagai medium ekspresi, eksplorasi, bahkan percakapan antara seni, desain, dan ruang.
“Baik melalui The Curiosity Engine di Art Jakarta maupun JICAF Live Mural, kami melihat bagaimana material yang sama bisa menghasilkan interpretasi yang sangat berbeda di tangan para pelaku kreatif,” kata Anastasia.
“Inilah esensi dari Explore New Horizons, yakni membuka ruang bagi publik untuk menemukan fungsi dan kemungkinan lain dari material yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat peran TACO sebagai enabler bagi ekosistem industri kreatif di Indonesia,” tutupnya.
Pada akhirnya, The Curiosity Engine bukan sekadar tentang sebuah karya seni. Ia menjadi pengingat bahwa menemukan sesuatu yang baru tidak selalu mengharuskan kita mencari sesuatu yang belum pernah ada.
Kadang, horizon baru justru dimulai ketika kita melihat sesuatu yang lama dengan cara yang sama sekali berbeda.















Leave a Reply