Athome.id – Kawasan komersial Plaza Convill yang menjadi bagian dari pengembangan Apple 3 Condovilla di Jakarta Selatan terus menunjukkan eksistensinya. Tak sekadar ruang komersial biasa, kawasan ini kini makin agresif memperkuat daya tarik dengan menghadirkan tenant-tenant kuliner pilihan.

Terbaru, dua nama restoran—Pappajack dan Daikoku Suteki resmi beroperasi. Kehadiran keduanya langsung menambah warna baru, menjadikan Plaza Convill semakin relevan sebagai destinasi kuliner sekaligus lifestyle hub yang tengah naik daun.

Strategi Jitu, Tenant Mix Jadi Senjata Utama

Langkah ini bukan tanpa alasan. PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) sebagai pengembang memang tengah menggenjot performa kawasan lewat strategi penguatan tenant mix.

Direktur Utama DADA, Adam Bilfaqih, menegaskan bahwa sektor kuliner menjadi motor utama dalam menghidupkan kawasan mixed-use seperti Plaza Convill.

“Peningkatan konsumsi masyarakat pada periode peak season dimanfaatkan untuk mengakselerasi kinerja komersial kawasan. Kehadiran tenant ini diharapkan mampu mendorong lonjakan traffic, meningkatkan tingkat hunian tenant, serta memperkuat positioning Plaza Convill sebagai destinasi lifestyle unggulan,” jelas Adam Bilfaqih.

Konsep Mixed-Use Semua Ada dalam Satu Kawasan

Plaza Convill bukan sekadar tempat makan atau nongkrong. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menggabungkan hunian, bisnis, dan area komersial dalam satu lokasi strategis di koridor Karang Tengah, Lebak Bulus.

Dengan captive market yang kuat—mulai dari penghuni apartemen, pekerja kantoran, hingga masyarakat sekitar—potensi pertumbuhan kawasan ini dinilai sangat menjanjikan.

Masuknya dua restoran baru bukan hanya soal jumlah, tapi juga soal kualitas dan segmentasi pasar.

  • Pappajack hadir dengan konsep Asian fusion casual dining yang santai dan cocok untuk keluarga maupun hangout.
  • Daikoku Suteki menawarkan pengalaman Japanese premium dining yang lebih eksklusif, menyasar kalangan profesional hingga pebisnis.

Kombinasi ini diyakini mampu meningkatkan foot traffic sekaligus memperpanjang durasi kunjungan pengunjung—dua faktor krusial dalam kesuksesan kawasan komersial.

Direktur PT Daikoku Suteki Internasional, Bongso Suharmin, melihat potensi besar di kawasan ini.

“Kami melihat Plaza Convill  memiliki Traffic  terus berkembang. Ini menjadi peluang  untuk menghadirkan konsep dining yang tidak hanya kuliner, tapi juga pengalaman,” ujar Bongso Suharmin.

Nilai Properti Melonjak Double Digit

Tak hanya ramai pengunjung, dampak positif juga terasa di sisi investasi. Manajemen DADA mencatat, nilai properti di kawasan Plaza Convill Apple 3 mengalami kenaikan signifikan, mencapai 10–12 persen per tahun.

CEO DADA, Bayu Setiawan, menyebut kolaborasi dengan berbagai mitra—termasuk pelaku F&B dan PT Java Teak Furn—sebagai kunci menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

“Sinergi antar pelaku usaha dalam kawasan menjadi kunci untuk memperkuat daya tarik sekaligus meningkatkan daya saing Plaza Convill sebagai pusat lifestyle yang kompetitif,” kata Bayu lebih lanjut.

Menuju Lifestyle Hub Baru Jakarta Selatan

Dengan strategi matang, tenant berkualitas, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Plaza Convill Apple 3 diproyeksikan menjadi salah satu pusat lifestyle baru di Jakarta Selatan.

Masuknya Pappajack dan Daikoku Suteki bisa dibilang baru langkah awal. Ke depan, kawasan ini berpotensi menjadi magnet baru bagi pecinta kuliner, pelaku bisnis, hingga investor properti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *