Hunian Berbasis TOD untuk Jakarta yang Lebih Ramah

  • Home
  • Bisnis
  • Hunian Berbasis TOD untuk Jakarta yang Lebih Ramah

Foto: Urban Signature

Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017.  Jumlah penduduk tersebut, masih bertambah setiap harinya, dengan keberadaan warga kawasan sisi luar Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang, yang tinggal di kawasan luar tersebut, namun memiliki pekerjaan di Jakarta.

Melihat data tersebut, pemerintah dengan langkah strategisnya, membangun sistem transportasi massal, baik itu MRT, LRT maupun BRT, diharapkan akan menjadi solusi jangka panjang atas masalah transportasi. Pengamat Properti sekaligus konsultan ahli athome.id, David Cornelis mengatakan, “Transit-oriented development (TOD) adalah pendekatan perencanaan yang sedang diadopsi banyak kota karena menguntungkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan mengembangkan stasiun transit massal. Pengembangan TOD ke depannya mengintensifkan rasio luas lantai, menambahkan ruang hijau, dan meningkatkan desain yang berorientasi pada transit dan pejalan kaki. Pembangunan dan perencanaan TOD harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena akan tidak secara otomatis mengikuti ketika transportasi umum massal dibangun.”

Baca : Teknologi Digital pada Sektor Properti

Baca : Industri Properti 4.0 dan Keamanan Digital

Amrozi Hamidi, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti mengatakan, “Kami mengembangkan hunian berbasis TOD, tentu untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Salah satu proyek berbasis TOD yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti adalah LRT City Urban Signature, yang berada disisi stasiun LRT Ciracas Jakarta Timur.”

Kawasan yang dikembangkan di lahan seluas 6,2 hektar mengadopsi prinsip dasar pengembangan TOD, yaitu Walkable, dimana area yang dikembangkan mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Shift & Transit, yaitu penghuni dapat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum massal. Connect, dimana kawasan ini dikembangkan dengan menciptakan jaringan jalan yang saling terhubung. Densify, yaitu pengoptimalan kepadatan lahan dengan perencanaan bangunan vertikal, serta Mixed-use Development, untuk mengoptimalisasi tata guna lahan, sehingga didapat konsep yang akan membuat Jakarta semakin ramah, baik untuk pejalan kaki maupun pengendara umum lainnya.

Sementara itu, Indra Syahruzza, Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran ACP mengatakan, “LRT City Cicaras – Urban Signature, merupakan area Mixed-use yang dikembangkan dalam Kerjasama Operasi antara PT Adhi Commuter Properti dengan PT Urban Jakarta Propertindo, dengan nilai investasi 2,6 triliun. Kawasan yang berisi hunian, komersial, dan fasilitas pendukung ini, dikembangkan di lahan yang berada berada di sisi stasiun LRT Ciracas.”

“Kawasan ini dikembangkan dengan konsep TOD, yang mengoptimalkan penggunaan angkutan massal, dalam hal ini adalah LRT, serta mengutamakan jalur pejalan kaki dan sepeda. Dikembangkan dengan tema “Urban Life Style”, kawasan ini dikembangan sesuai dengan gaya hidup kaum urban, yaitu Modern, serba cepat, dinamis dan kreatif,” tambah Taufiq Hardiyansyah, Project Director LRT City Ciracas – Urban Signature.

Kawasan LRT City Cicaras – Urban Signature, dikembangan dengan konsep Urban Oasis, dimana kawasan ini akan menjadi oasis yang meyegarkan ditengah hiruk pikuk dan padatnya Ibu Kota Jakarta. Salah satu penerapan konsep tersebut, adalah adanya “Green Belt” di antara tower-tower apartemen. Dengan luas lahan 312,4 sqm, green belt ini akan menjadi public outdoor activity. Selain terdapatnya Green Belt area, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan komersial area, pool dan roof garden, sarana ibadah, event space, plaza, halte, dan tentu saja stasiun LRT.

LRT City Ciracas – Urban Signature akan mengembangkan 5 tower apartemen. Pada tahap pertama pembangunan kawasan, akan dikembangkan 2 tower yaitu Tower Azure dengan total unit sebanyak 1087 unit dan Tower Beige dengan total unit sebanyak 543 unit.

Tags:
Blog Comments

[…] Baca: Hunian Berbasis TOD untuk Jakarta yang Lebih Ramah […]

[…] Baca: Hunian Berbasis TOD untuk Jakarta yang Lebih Ramah […]

Leave a Comment