Suplir Tanaman Manja

Foto: Pinterest/Maiden Hair

Tanaman yang tren sepanjang tahun ini sangat populer. Orang awam pasti mengenal tanaman ini. Suplir yang berdaun hijau tanpa bunga tidak hanya  indah dipandang tetapi juga dapat menyulap halaman rumah terlihat asri dan sejuk.

Dulu orang beranggapan tanaman hias, hanya tanaman yang berbunga saja. Misalnya, anggrek, melati, bougenville, mawar, dan lainnya. Padahal tanaman yang tidak berbunga pun dapat disebut tanaman hias apabila memberi kesan indah, sejuk, serta dapat menimbulkan kehangatan, dan ketenangan. Suplir yang berdaun rimbun juga termasuk tanaman hias itu.

Asal nama suplir (Adiantum sp) untuk tanaman hias berdaun hijau dan indah ini, sebenarnya dari bahasa Perancis, pauwestaart chevelure, artinya bulu ekor burung merak. Mungkin karena lidah orang Indonesia agak sulit mengucapkan chevelure, jadilah suplir.

Suplir sebagai tanaman hias

Jenis-jenis tanaman suplir yang kini dijadikan sebagai tanaman hias ini sebenarnya cukup banyak. Diperkirakan kurang lebih ada 20 jenis, di antaranya Adiantum caudatum, Adiantum cultratum, Adiantum raddianum, dan Adiantum capillus. Namun kini jumlahnya sudah mencapai ratusan kultivar (hasil kawin silang) karena hampir setiap tahun, petani (penangkar) suplir menciptakan kultivar-kultivar baru dengan cara mengkawin-silangkan antar jenis atau antar kultivar.

Kepopuleran tanaman suplir sebagai tanaman hias terletak pada bentuk daunnya yang hijau sangat menarik dan artistik. Masing-masing kultivar memiliki ciri khas dan keistimewaan sendiri. Bagi orang awam, mungkin akan sulit membedakan jenisnya karena perbedaannya memang sangat kecil. Ada bentuk daun yang nyaris sama, hanya yang satu lebih keriting dan ikal dan yang satunya tidak. Agar suplir tumbuh subur dan berdaun hijau sehat, ia menyarankan untuk meletakkan suplir di teras depan atau belakang. Pasalnya, suplir membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

Butuh sinar matahari tidak langsung

Cara pemeliharaan suplir berbeda dengan tanaman hias lain. Tanaman suplir termasuk tanaman yang sedikit manja karena menuntut perawatan yang teliti dan serius. Suplir harus diperlakukan dengan penuh perhatian. Beberapa hari saja tidak diperhatikan, akan timbul beberapa masalah. Contohnya, suplir langsung kelihatan tidak segar, daun-daunnya menjadi layu karena tidak mendapat cukup air atau sinar matahari. Bahkan ada kemungkinan diserang hama atau penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada suplir.

Agar suplir yang tumbuh subur dan sehat, perlu penanganan dan perlakuan ekstra. Yang utama, media tanam. Media tanam yang terbaik untuk suplir, campuran kompos, tanah, dan pasir. Makin banyak kandungan kompos, makin baik. Suplir dapat tumbuh subur di daerah beriklim subtropis dan tropis. Cocok dengan iklim di Indonesia yang tropis. Kelembaban yang disukai cukup tinggi, sekitar 40-50 persen lebih. Ini berarti media tanam dalam pot harus selalu dalam keadaan lembab/basah. Pot yang baik dan bisa menjaga kelembaban media tanam, pot yang terbuat dari tanah. Suplir menyukai tempat yang teduh/terlindung dengan suhu antara 12-25 derajat Celcius. Walaupun begitu, suplir tetap memerlukan sinar matahari meski secara tidak langsung.

Menyiram suplir dilakukan di pagi dan sore hari. Siramkan mulai dari permukaan tanah, batang, sampai ke seluruh daun. Yang penting, jangan sampai pot tergenang air. Suplir hanya butuh sedikit pupuk yang bisa dilakukan dua minggu sekali. Seluruh daun harus terkena siraman pupuk, namun tidak perlu sampai ke batang-batangnya. Jika suatu saat suplir kita yang dipelihara kelihatan mulai tidak subur, itu pertanda pot dan media tanam harus diganti. Tanaman yang tidak lagi mendapat makanan yang cukup dari media tanam, akan mulai layu dan akhirnya mati.

 

Naskah: Naomi Sinaga

Tags:
Blog Comments

[…] Baca: Suplir Tanaman Manja […]

Leave a Comment