Foto:

Athome.id – Sudah menjadi ciri dari grup Aman, selalu menerapkan konsep kontekstual pada seluruh properti mereka. Bagaimana bangunan tersebut bisa membaur dan menyatu dengan alam sekitarnya. Terdengar klise. Tapi bangunan ini mampu mewadahi seluruh fasilitas mewahnya, bahkan dengan wujud yang sangat sederhana sekalipun.

Tengok saja Amangiri yang berada di sisi Selatan Utah, Amerika Serikat. Seperti sebuah fasilitas militer rahasia, hotel ini seolah berkamuflase dengan lingkungan gurun tempatnya berada. Tiga orang arsitek, Rick Joy, Marwan Al-Sayed, dan Wendell Burnett, berkolaborasi menciptakan ‘pemukiman’ yang menghormati, memuja keajaiban dan misteri perbukitan dan susunan batu-batu di area ini. Mereka ingin membangun sesuatu yang menjadi interpretasi kontemporer dari arsitektur penduduk asli. Walau tidak teradaptasi dengan sempurna, setidaknya bisa membangkitkan rasa dan esensi dari hal tersebut.

Amangiri dirancang berdasarkan pemahaman mendalam tentang lingkungan gurun di Barat Daya Amerika ini. Resort dengan 34 kamar ‘berlindung’ di balik naungan formasi batu Entrada Sandstone, seperti halnya pemukiman manusia di masa lalu. Keindahan lingkungan yang alami ini bisa dinikmati oleh semua tamu dari kamar mereka masing-masing. Termasuk permainan cahaya dan bayangan yang jatuh di antara bukit-bukit batu itu.

Bangunan-bangunan disajikan dengan kaku dan minimalis. Kotak beton sederhana yang ‘diukir’ oleh program ruang, pergerakan, dan cahaya. Menghasilkan bentuk massa yang abadi dengan warna netral yang tanpa kesulitan menyatu dengan landscape pasir, semak sage, dan bebatuan. Seolah dicetak langsung dari tanah ini. Untuk mencapai hal tesebut, konstruksi bangunan dibuat dengan mengecor beton langsung ditempat, sehingga terlihat seperti cast stone atau frozen sand. Dindingnya begitu rata sehingga bisa memantulkan dengan halus cahaya-cahaya di sekitarnya yang selalu berubah-ubah. Jika disentuh dengan tangan, terasa dingin dan halus seperti kaca.

Bangunan inti dari Amangiri adalah pavilion yang di dalamnya terdapat living room, dining room, perpustakaan, dan galeri. Kolam renang utamanya begitu ikonik karena ada lereng batu curam yang menjorok ke dalamnya. Desain ini seolah menyatukan antara buatan manusia dengan alamnya, juga memberi sedikit sentuhan dinamis pada komplek bangunan yang semuanya berbentuk kotak. Semua elemen dasar yang ada di area ini disandingkan dengan tegas; air, batu dan langit. Kamar-kamar berbaris di kedua sisi dari paviliun mengikuti lekuk bukit batu di belakang resort ini. Pada satu sisi tersusun 16 kamar dan 18 kamar ke arah sisi lainnya. Jalur masuk menuju kamar-kamar melalui lengkung batu yang mengingatkan tamu pada celah ngarai-ngarai di wilayah ini.

Setiap kamar dilengkapi dengan teras, perapian, dan taman privat di pintu masuk unitnya. Mesa Home adalah suite paling besar dengan luas 576 meter persegi, dilengkapi empat kamar tidur dan kolam renang sepanjang 15 meter menghadap gurun yang membentang. Seluruh komponen interior di Amangiri, dari mulai pencahayaan, furnitur, hingga penunjuk arah, dirancang dengan keunikan yang khas Barat Daya Amerika. Elemen seperti kulit binatang dan baja tempa ditampilkan dengan cara yang modern. Lihat foto lebih banyak di sini.

 

Naskah: Donny Amrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.