Athome.id Sejak pandemi covid 19 melanda dunia, cara dan kebiasaan hidup manusia mulai berubah menyesuaikan dengan situasi, terutama adanya tuntutan pekerjaan yang harus tetap berjalan dan aktivitas lain yang tentunya membutuhkan konektivitas baik, serta jarak tempuh yang lebih dekat  dan mudah untuk mengakses fasilitas yang dibutuhkan.

Melihat hal tersebut, PT Prospek Duta Sukses (PDS) bersama PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) sebagai pemegang saham pengendali menghadirkan apartemen Antasari Place yang  sebelumnya bernama Antasari 45. Proyek tersebut sempat tertunda karena lama ditinggal mangkrak oleh pemegang saham lama.

Antasari Place menambah portofolio INPP dalam segmen mixed-use,  khususnya residensial  yang terintegrasi  dengan retail area. Lokasi  Antasari Place  yang terletak  tepat di jantung kota Jakarta Selatan atau lebih sering disebut the new CBD Jakarta Selatan ini memberi keuntungan tersendiri bagi pemilik dan penghuni. Selain menghadirkan gaya hidup yang efisien, properti yang berada di pusat bisnis dan keramaian memiliki nilai investasi yang tinggi.

“Antasari Place merupakan proyek homecoming INPP di Jakarta, setelah berhasil menyelesaikan beberapa proyek properti, hotel, shopping center, dan apartemen yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Alasan kami melanjutkan pembangunan Antasari karena kami mampu membangun, memiliki lokasi proyek strategis, serta memiliki nilai investasi tinggi, sama seperti saat kami menyelamatkan FX Sudirman ini,” jelas President Director & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony  Prabowo Susilo, disela-sela bincang santai bersama media, di Harris FX Sudirman, Jumat (22/3) lalu.

Tahun Ini Properti Tumbuh Kembali

Lebih lanjut Anthony menjelaskan, sektor properti akan tumbuh kembali pada tahun ini. Sejalan dengan hasil  Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia yang mengindikasikan harga properti residensial tumbuh meningkat pada triwulan II-2021. Karena itu, pihak INPP telah melakukan upaya-upaya terbaiknya untuk mengembalikan kepercayaan dan menjaga nilai investasi yang telah ditanamkan pembeli untuk mewujudkan proyek Antasari Place yang telah 8 tahun mangkrak ditinggal pemegang saham sebelumnya. Secara struktur, arsitektur dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak mengalami perubahan desain, sebab pihaknya fokus pada kecepatan waktu dengan memperbaiki mutu interior.

Beberapa langkah strategis diambil, diantaranya dengan membuka marketing gallery di lokasi yang sama dengan proyek. Desain baru ini juga berfokus pada kenyamanan work & life balance yang berubah akibat pandemi. Semua tertuang melalui 4 tipe show unit, yaitu tipe studio, 1-bedroom, dan 2-bedrooms yang berada di Tower I, dan juga tipe 1-bedroom premium yang berada di Tower II.

“Apapun yang diserahkan kepada customer, ditandatangani oleh customer yang lalu itu saya commit 100% tidak ada yang saya ubah atau downgrade speknya. Harga tidak saya naikkan, uang yang sudah masuk tidak hangus dan sisa cicilan merekapun masih bisa dilanjutkan sesuai perjanjian,” ungkap Anthony mengenai para pembeli awal sebelum ditangani oleh INPP yang berjumlah 724 customer.

Konsultan Berpengalaman

Saat ini, PDS melalui direktur utamanya, A.H. Bimo Suryono, telah resmi menunjuk beberapa konsultan yang unggul di bidangnya, di antaranya arsitek – PTI Architect, PT Gistama Intisemesta yang memastikan kekokohan struktur bangunan, PT Citrapesona Hijau yang bertugas merencanakan penataan lansekap, Paul Adam Façade yang bertanggungjawab agar bangunan kedap air, sehingga penghuni aman dari gangguan cuaca, PT Mepro Indo Consultant yang akan merancang rekayasa sistem yang efisien dan handal. Selanjutnya finalisasi beberapa konsultan lain, seperti konsultan lighting, acoustic, retail dan public facilities interior, signages dan lain-lain.

Penunjukan kontraktor utama rencananya dilakukan pada April 2022 mendatang. Konstruksi Tower I akan dimulai pada Juni 2022 dan target pelaksaan topping off 12-18 bulan setelah pembangunan dimulai, yaitu sekitar Juni-Desember 2023. Proses pembangunan Tower I dijadwalkan selesai dalam 30-36 bulan setelah pembangunan dimulai, yaitu sekitar Desember 2024-Juni 2025.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.