Foto: Matthijs Labadie

Sebuah bangunan dibuat oleh arsitek Rink Tilanus di bekas lahan pertanian. Dulu lahan ini dibuat dengan cara membuat tanggul yang membendung air laut sehingga orang bisa bercocok tanam di atasnya. Dan itu terjadi pada jaman kegelapan eropa, ratusan tahun lalu. Sekarang sudah ada sebuah kantor berdiri di lahan ini. Rink Tilanus membuatnya menyatu dengan lingkungan rawa-rawa, rawa berlumpur, dan rawa air asin.

Vereniging Natuurmonumenten adalah organisasi pemilik lahan ini yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi alami lahan-lahan yang mereka beli, menjadi semacam monumen alam. Wilayah di sebelah Selatan kota kecil Zierikzee ini adalah habitat bagi banyak spesies burung, dan tanaman khusus seperti samphire, sea rush dan aster laut.

Konstruksinya dibentuk dari foam glass concrete, beton yang berongga seperti spons, sehingga bobotnya lebih ringan. (Photography by Matthijs Labadie)

Bangunan ini memang dirancang untuk menjadi bagian dari area sekitarnya. Tidak ada atap miring, talang air, atau bubungan. Bentuk arsitekturnya dikurangi, benar-benar minimalis. Konstruksinya dibentuk dari foam glass concrete, beton yang berongga seperti spons, sehingga bobotnya lebih ringan. Jenis beton yang baru pertama kali digunakan di Belanda ini membentuk selubung bangunan layaknya satu bongkahan utuh. Dengan ketebalan setengah meter, beton ini berfungsi sebagai konstruksi, insulasi, juga bidang fisik ruangan.

Tekstur yang kasar membuat bangunan ini selaras dengan kondisi alam di sekitarnya. (Photography by Matthijs Labadie).

Untuk mengeksploitasi karakter alami beton jenis ini, dinding dan atap dituangkan dengan cara yang sama, secara horizontal, sehingga permukaannya yang penuh tonjolan kasar memberi karakter natural pada bangunan (jika dilihat dari luar). Semua dinding di dalam bangunan terbuat dari kaca yang transparan, reflektif, atau kaca buram pada dinding toilet. Dinding kaca yang lebar juga memungkinkan interior kantor terlihat dari luar dan sebaliknya. Lihat foto lengkapnya di sini.

 

Naskah: Donny Amrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.