Athome.id – Di tengah terus meningkatnya perhatian publik terhadap destinasi wisata alam khususnya Indonesia bagian timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara menegaskan bahwa wilayahnya mempunyai posisi sebagai salah satu tujuan destinasi wisata alam unggulan.

Beberapa yang bisa dinikmati di kawasan “seribu pulau” antara lain kejernihan laut, bentangan pantai berpasir putih, serta gugusan pulau yang masih alami yang menjadikan wilayah ini semakin ramai diperbincangkan wisatawan nasional maupun mancanegara.

Namun sebelum wisatawan menapakkan kaki di Pantai Ngurbloat (pasir panjang) dan menyusuri pasir timbul Ngurtafur, menurut Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, ada satu kota yang menjadi titik awal setiap perjalanan menuju Kei, yakni Langgur, ibu kota

“Selain keindahan alam, Langgur menghadirkan kekuatan lain yang menjadi ciri khas wilayah Maluku Tenggara yaitu kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau kita semua bersaudara. Nilai ini tercermin dalam keseharian warga mulai dari interaksi di pasar tradisional, aktivitas di bandara, hingga sikap terbuka masyarakat dalam membantu dan menyambut pendatang,” ujarnya.

Keramahan tersebut bukan sekadar atraksi wisata melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Kei yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi hingga saat ini. Dengan panorama alam yang indah, berwisata di Langgur akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Seluruh perjalanan menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang terletak di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Nama bandara ini tercatat di tiket dan itinerary ribuan pelancong setiap tahunnya, menjadikan Langgur sebagai simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik di Maluku Tenggara.

Di kota inilah wisatawan pertama kali menyaksikan bentang Laut Kei dari jendela pesawat, menghirup udara laut yang khas, serta merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan bersahaja. Langgur menjadi pintu awal sebelum berbagai destinasi unggulan Kei ditemukan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan, berbeda dari kota persinggahan pada umumnya, Langgur menawarkan pengalaman yang patut dinikmati. “Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan, destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal atau alan-jalan pesisir di sekitarnya menghadirkan panorama laut biru jernih yang menjadi pengantar awal keindahan Maluku Tenggara,” bebernya.

Langgur juga menyediakan fondasi perjalanan wisata, ruang untuk beristirahat sebelum menyeberang ke pulau-pulau lain, pasar rakyat untuk mengenal kehidupan lokal, serta kawasan pesisir yang menghadirkan ketenangan di awal hari.

Pemkab Maluku Tenggara kian confident karena tidak semua kota memiliki peran sebagai gerbang menuju surga wisata alam sementara Langgur memilikinya. Semuanya berjalan bukan dengan gegap gempita melainkan melalui peran nyata sebagai pusat aktivitas dan penyambut pertama bagi setiap pengunjung di Kepulauan Kei.

“Oleh karena itu Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan #KEIndahanIndonesiadimulaidisini dan #VisitKei untuk mengajak masyarakat nasional dan mancanegara mengenal dan menyebut Langgur sebagai bagian penting dari cerita perjalanan wisata di Kei,” pungkas Thaher.

Data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei juga terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025 yang didukung daya tarik alam beragam: pantai pasir putih, perairan dangkal sejernih kaca, air terjun, dan titik trekking di pedalaman Kei Besar.

Pola data kunjungan wisatawan puncaknya terjadi saat Juli-Oktober yang bertepatan dengan musim liburan nasional dan penguatan awarness wisata Kei di berbagai kanal digital. Kategori wisatawan didominasi wisatawan domestic dan lokal dengan wisatawan mancanegara terus meningkat pesat di semester kedua khususny yang mengunjungi pantai maupun pulau-pulau kecil.

Lebih detailnya, destinasi kunjungan tahunan tertinggi ke Air Terjun Soindrat (18.275 pengunjung), Bukit Indah Bombay (16.275 pengunjung), Air Terjun Bombay (14.250 pengunjung), Pantai Ngursarnadan (13.851 pengunjung), Pantai Ngurtavur (10.910 pengunjung).

Berikut beberapa destinasi populer yang bisa dinikmati di Kepulauan Kei:
Pantai Ngurbloat
Pantai Ngurbloat, Desa Ngilngof, kecamatan Manyew Kabupaten Maluku Tenggara.

Pantai yang sangat unik karena memiliki pasir putih yang sangat halus seperti tepung sepanjang 3 km dan lingkungan alam yang masih asri, menjadikan Ngurbloat sebagai tujuan utama wisatawan lokal, domestik dan mancanegara di Kepulauan Kei. Aktifitas utama wisatawan selama berada di Pantai Ngurbloat yaitu renang, bermain pasir, bermain bola kaki dan bola voli, berselfie ria, menikmati sunset terbaik, serta duduk menikmati alam ciptaan Tuhan yang sangat istimewa sambil menikmati kuliner dan melihat sunset di sore hari yang sangat indah.

Pantai Matwaer
Pantai Matwaer, Desa Matwaer Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.

Pantai Matwaer memiliki pasir putih yang halus serta memiliki garis pantai panjang dan lebar. Air lautnya biru hijauh jernih dan bergradasi, pohon kelapa yang berjejer menambah keindahan dari pantai kombinasi ini menciptakan pengalaman relaksasi yang sempurna bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai tanpa gangguan keramaian.

Pantai Ngiarwarat
Pantai Ngiarwarat, Desa Ohoidertawun Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
Pantai Ngiarwarat bukan hanya bukan hanya sekedar pantai dengan pasir putih dengan air laut jernih tetapi juga memiliki suasana yang damai dan tenang sangat cocok untuk tamu yang mencari ketenangan. Jadi, kalau kamu sedang mencari daya tarik wisata yang menggabungkan keindahan alam dan ketenangan, pantai Ngiarwarat adalah pilihan yang sangat tepat.

Pantai Ngurtavur
Pantai Ngurtavur, Desa Warbal Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.
Pantai dengan Lautnya sangat jernih dan landai, ideal untuk berenang, snorkeling, atau sekadar berjalan santai di tengah laut. Hamparan pasir putih halus sepanjang sekiitar 2,5 km yang muncul saat air laut surut, menciptakan pemandangan unik “laut terbelah”. Spot ini sering dikunjungi kawanan burung pelikan Australia yang migrasi pada waktu tertentu, menjadikannya spot fotografi alam yang menakjubkan, memberikan suasana damai dan alami yang cocok untuk relaksasi.

Goa Hawang
Goa Hawang, Desa Letvuan Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara.
Goa Hawang bukan sekadar destinasi wisata biasa melainkan sebuah pengalaman yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan nuansa mistis nan unik. Di sini kita bisa berenang di kolam alami berwarna biru jernih dikelilingi tebing batu kapur sambil merasakan hawa sejuk khas Goa Hawang. Warga setempat juga kerap membagikan kisah legenda mistis yang melekat erat pada Goa Hawang, membuat perjalananmu semakin berkesan. Selain itu, suasana tenang memberikan kesempatan langka untuk benar-benar melepas penat dari hiruk pikuk kota.

Pantai Ur Pulau
Desa Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara.
Desa Wisata Ur Island adalah permata pesisir di Pulau Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, yang menawarkan keindahan bahari luar biasa. Pantainya berpasir putih halus dengan air laut jernih kebiruan. Ur Pulau terkenal dengan meti kei-nya yang ekstrem-hamparan pasir yang bisa membentang hingga beberapa kilometer, menghubungkan pulau-pulau kecil, menciptakan panorama alam yang eksotis dan menenangkan.

Bawah lautnya yang masih alami menjadi surga bagi pecinta snorkeling, menyelam, berenang, dan memancing, dengan terumbu karang yang kaya warna serta beragam biota laut. Selain keindahan alam, Ur Island juga memikat dengan kearifan masyarakat lokal Kei, yang menjunjung tinggi adat Larvul Ngabal, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya. Keramahan warga serta semangat mereka untuk memajukan desa menjadikan Pulau Ur tidak hanya destinasi wisata alam, tetapi juga wisata budaya yang autentik dan wajib dikunjungi.

Kampung Adat Tanimbar Kei
Desa Tanimbar Kei, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.
Desa Tanimbar Kei adalah desa wisata unik di Kabupaten Maluku Tenggara, terkenal dengan kerukunan lima agama dan budaya adat yang kuat, punya situs sejarah seperti Tangga Tua ratusan tahun, rumah adat (Rahan) beragam, serta makanan khas Hotong, dan terbagi jadi Kampung Atas (Hindu adat) dan Kampung Bawah (beragam), dikenal sebagai “Desa Pancasila” karena toleransi beragama yang damai.

Kampung Adat Wulurat
Desa Wulurat, Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara.
Desa wisata budaya yang dikenal dengan situs sejarahnya seperti Benteng Terakhir Lutur Kufak, arsitektur vernakular, sehingga desa ini menjadi lokasi dokumentasi arsitektur adat Maluku. Komitmen pengembangan wisata berbasis budaya lokal, menawarkan homestay serta atraksi budaya bagi pengunjung, berada di Pulau Kei Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *