Foto: Dok. Syafril Hendro – @syafrilphoto

Bandung punya banyak orang kreatif di bidangnya masing-masing. Tapi ketika saya membaca kata ‘Bandung’ dan ‘Kreatif’ diletakkan berdekatan, yang terlintas di benak saya sesosok om-om bercelana pendek dengan senyumnya yang ramah. Dendy Darman. Om Dendy bukan lulusan arsitek. Ia lebih dulu dikenal sebagai desainer grafis. Tapi ia bisa merancang rumah dengan caranya. Hasilnya luar biasa. HABA House bukan proyek terbaru, tapi jelas salah satu yang paling ikonik.

 “Bila harus memilih mana yang lebih utama antara fungsi dan desain, saya akan memilih desain,” ujarnya Dendy santai. Termasuk soal interior yang ‘dibuat’ mendahului bangunannya. “Saya mendesain rumah dengan bentuk seperti ini untuk mewadahi desain interior yang sudah ada di kepala saya, serta pertimbangan kondisi lahan,” tambahnya. Beruntung ia memiliki tim beranggotakan sarjana arsitektur dan desain interior yang mampu mengikuti cara berpikirnya.

Fungsi dapur dan ruang makan bisa dipenuhi dengan lebar yang tidak sampai empat meter.

Saya seorang desainer grafis. Jadi saya membuat rumah dan isinya berdasarkan ‘kacamata’ yang cenderung dua dimensi. Wajar kalo banyak kaidah arsitektur yang (sengaja) tidak saya terapkan,” seloroh desainer lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.