Athome.id – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Bekasi. Proyek strategis ini menjadi hasil kolaborasi antara Summarecon dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi.
Groundbreaking pembangunan stasiun ditandai dengan seremoni penekanan sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah 1 PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Managing Director Summarecon Herman Nagaria, serta President Director Summarecon Adrianto P. Adhi. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Kereta Api Indonesia (Persero), komisaris, dan direksi PT Summarecon Agung Tbk.

Sinergi Pemerintah dan Swasta Perkuat Transportasi Bekasi
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi bukti sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan kawasan berorientasi transit yang terintegrasi. Proyek ini juga melanjutkan kontribusi Summarecon dalam mendukung infrastruktur Kota Bekasi.
Saat mengembangkan Summarecon Bekasi pada 2010, perusahaan telah membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer yang membentang di atas jalur kereta api. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah utara dan selatan Kota Bekasi sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Jalan Perjuangan.
President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi massal yang lebih mudah, nyaman, dan efisien.

“Bersyukur pada hari ini Summarecon kembali diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi. Kami ingin berperan melalui kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan layanan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi massal, yaitu kereta api,” ujarnya.
Menurut Adrianto, keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi akan membantu mengurangi konsentrasi penumpang di Stasiun Bekasi yang ada saat ini. Stasiun baru tersebut dirancang melayani penumpang dari wilayah barat dan selatan Bekasi, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan lebih fokus melayani masyarakat dari wilayah utara dan timur.
“Inisiatif ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan,” kata Adrianto lebih lanjut
Bukan Sekadar Bangun Stasiun
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kawasan perkotaan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Harapannya menjadi kawasan yang semakin produktif, mendukung mobilitas, memudahkan aktivitas masyarakat, dan dikembangkan sesuai dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) Indonesia,” kata AHY.
Senada, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut proyek tersebut sebagai langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.
Menurutnya, pembangunan tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, melainkan menjadi lompatan dalam menciptakan kawasan berbasis TOD yang mampu meningkatkan kualitas tata ruang perkotaan sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal.
“Melalui perluasan Stasiun Bekasi ini, kita sedang merajut masa depan konektivitas perkotaan yang lebih modern untuk menampung peningkatan kapasitas layanan dan integrasi antarmoda yang seamless. Stasiun ini diharapkan dapat menampung lonjakan penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar kenyamanan yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Bekasi Disiapkan Jadi Kawasan Transit Modern
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai groundbreaking ini merupakan simbol transformasi Kota Bekasi menuju kawasan yang lebih modern, nyaman, dan berdaya saing.
Menurutnya, Bekasi memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan hunian, sekaligus simpul mobilitas masyarakat di Jawa Barat. Kehadiran kawasan TOD diharapkan mampu menciptakan tata ruang yang lebih efisien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Groundbreaking hari ini bukan hanya sekadar peletakan batu pertama, tetapi merupakan simbol dari langkah maju menuju tata ruang kota yang lebih baik, mobilitas yang lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” kata Erwan.
Jadi Awal Pengembangan TOD Summarecon Bekasi
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai tersebut akan dilengkapi koridor penghubung serta sky bridge yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi.

Pembangunan stasiun ini menjadi fase awal pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi. Pada tahap berikutnya akan dikembangkan jalur transportasi massal sepanjang sekitar lima kilometer yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, melintasi kawasan Summarecon Bekasi dan TOD, hingga tersambung dengan Stasiun LRT Jabodebek.

Dengan pengembangan tersebut, kawasan TOD Summarecon Bekasi diharapkan menjadi salah satu pusat mobilitas baru di wilayah timur Jakarta yang mampu mengintegrasikan hunian, kawasan komersial, serta transportasi publik dalam satu ekosistem perkotaan yang modern dan berkelanjutan.