Lilis Wahab, Memulai dari Hobi Menjadi Bisnis Menjanjikan

Foto: Yudi DH/Dok.Pribadi

Cantik, muda, dan ramah. Sosok entrepreneur yang dijumpai athome.id beberapa waktu lalu mau menyediakan waktunya untuk berbagi kisah dan pengalaman dalam berbisnis. Namanya Lilis N. Wahab, nama yang juga dijadikannya brand produk fesyen Liswahab, pakaian formal bagi yang berhijab maupun tidak. Di belakang Liswahab, kata premium melekat untuk membedakan segmen menengah dan atas.

Siapa sangka, dengan latarbelakang pendidikan kesehatan, Lilis beralih menjadi entrepreneur di bidang fesyen. Hobinya menggambar pola pakaian atau gambar-gambar busana yang kian hari kian menumpuk, memberinya keberanian untuk mencoba berbisnis clothing line, Liswahab. Sebagai yang awam dibidang ini, Lilis belajar mendalami, dimulai dari mengenali jenis-jenis bahan pakaian yang ternyata sangat banyak ragamnya.

Dengan tekad dan kemauan untuk belajar, ilmu bahan dikuasainya dan mulai untuk produksi sedikit demi sedikit. Pada 2005 dimulailah produksi perdana, namun dengan brand berbeda. “Karya yang saya buat mulai digunakan untuk diri sendiri, keluarga besar-meski sedikit paksaan, hingga teman-teman dekat yang menyukai fesyen,” kisah Lilis diiringi tawa. “Tapi karena dukungan yang semakin banyak, keputusan untuk mengembangkan bisnis semakin kuat,” tambahnya.

Untuk mengenalkan brand Liswahab, ia mulai mengikuti free bazar. Namun meski gratis, harus dikurasi atau presentasi terlebih dahulu untuk mendapatkan jatah stand. Dari sinilah branding dimulai, dari bazar ke bazar. Perjalanan Liswahab, bukan tanpa hambatan, perlu kerja keras dan kemauan yang kuat. Misal harus mau menjaga stand sendiri dari pagi hingga tengah malam dan itu dilakukan setiap hari selama pameran. “Pastinya lelah, menguras tenaga, dan pikiran, tetapi itu semua nikmat yang patut disyukuri kepada Allah SWT,” kenang Lilis.

Saat ini Liswahab mampu menjual 100 item tiap bulannya. Apalagi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, permintaan semakin tinggi. “Produk fesyen Liswahab memiliki keunikan desain dan jumlah yang terbatas. Jadi kesan eksklusif penggunanya tetap ada dan terjaga dari setiap produknya. “Produk yang dibuat terbatas, saya gunakan Liswahab Premium untuk busana resmi atau formal, sedangkan brand LW untuk pakaian siap pakai yang digunakan harian. Harganya tentu lebih terjangkau,” jelas Lilis.

“Ke depan ingin membesarkan brand ini dan bisa go internasional, bahkan kalau diberi kesempatan bisa menggelar fashion show. Amin,” harap Lilis. Saat ini kedua brand bisa didapat secara online melalui Instagram dan Facebook di liswahab.store, pemasaran seperti ini untuk mengikuti kebiasaan milenial yang lebih tertarik belanja online.

 

Tags:
Leave a Comment