Juned Adi Wibowo, Bekerja Keras dan Sepenuh Hati

  • Home
  • Tokoh
  • Juned Adi Wibowo, Bekerja Keras dan Sepenuh Hati

Foto: Ian.

Athome.id – “Bekerjalah dengan keras dan sepenuh hati, niscaya kenyaman akan di dapat, maka materi dengan sendirinya akan mengikuti. Inilah obrolan santai athome.id menjelang sore di sebuah mal ternama di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dengan seorang CEO Luminox Indonesia, PT GA Lumindo, Juned Adi Wibowo.

Sosoknya terlihat kalem dan membumi dengan gaya pakaian yang santai, bercelana jeans, kemeja, dan jaket kulit bertuliskan Luminox. Siapa yang menyangka dengan gayanya yang sederhana itu, Jun atau saya menyebutnya dengan Mas Jun sudah merasakan asam garam kehidupan sebagai pekerja. Latarbelakang keluarga yang tidak berlimpah materi, bahkan bisa dibilang selalu kekurangan, Mas Jun selalu menanamkan semangat juang yang tinggi untuk menggapai cita-cita.

“Pesan yang selalu disampaikan orang tua bahwa anak-anak harus bersekolah, belajar, dan mengutamakan pendidikan membuat hati saya kian semangat. Orang tua selalu bilang, kalian jangan sampai seperti ayah ibu. Pesan sederhana tapi sangat memacu saya untuk terus belajar,” kenang Jun. Semangat dan selalu bekerja keras dalam belajar mengantarkannya masuk perguruan tinggi negeri di FEUI, Jurusan Akuntansi untuk mendapat gelar sarjana.

“Beberapa tahun setelah massa itu, saya menikahi wanita cantik, Desiany yang menemani kehidupan saya selanjutnya. Dalam pencarian karier, saya  memutuskan untuk sekolah lagi dengan jalur beasiswa. Saya melanjutkan pendidikan dengan beasiswa dan mendapat gelar Master degree in Strategic Management Tilburg University, Belanda, dan mendapat Certified di financial modeling,” kenang Jun.

Dengan latarbelakang pendidikan akuntansi, sebagian besar kariernya dihabiskan di dunia keuangan. Dengan 9 tahun diantaranya bekerja di financial service industry seperti PricewaterhouseCooper dan Pegasus Capital. Pada awal 2005, dia memasuki dunia sektor riil dan mendapatkan kesempatan untuk berkarir di sektor otomotif, telekomunikasi, properti, dan F&B. Kerja keras yang dilakukannya selalu dimotori jiwa yang sepenuh hati. Bekerja dengan hati dan tidak lupa untuk selalu mengucap syukur atas limpahan rahmat-Nya. Puncaknya, Jun melepas semua karir tersebut dan mengalami satu titik lain yang ingin digapai.

Sampailah dia bertemu dengan sesama alumni UI di sebuah tempat dan berkawan baik. Obrolan sana-sini tercetus tawaran untuk ikut terlibat membesarkan perusahaan milik alumni tersebut. Jun tidak lantas menerima secara langsung, tapi mempelajarinya dari luar untuk memperdalam kebutuhan perusahaan. Dengan pengalamannya ini, Jun pada akhirnya menerima dan diberi posisi sebagai CEO Luminox Indonesia. “Saat menerima pekerjaan ini saya seperti menerima pekerjaan pertama, senang dan perasaan yang bahagia. Apalagi saya juga sangat menyukai jam tangan, meski dulu tidak mengoleksi jam tangan ini,” ujar pecinta music klasik dan coffee aficionado menutup obrolan.

Tags:
Leave a Comment