Athome.id – Musik tak selalu berhenti di telinga. Bagi Danilla, Musisi & Creative Collaborator, proses menciptakan musik juga erat dengan ruang, suasana, percakapan, kolaborasi, hingga momen-momen personal yang menyertainya. Gagasan tersebut kini menemukan bentuk baru lewat Ruang Candramawa, kolaborasi IKEA Indonesia bersama Danilla yang mengajak pengunjung melihat ruang dari perspektif yang berbeda. Sebuah roomset yang terinspirasi dari cara Danilla menjalani kehidupan sehari-hari.

Ruang Candramawa merupakan interpretasi atas proses kreatif yang melatarbelakangi lahirnya album Candramawa. Berangkat dari kolaborasi Danilla dan dua rekannya, Lafa Pratomo, dan Otta Tarrega selama proses pembuatan musik, IKEA menerjemahkannya menjadi rangkaian ruang dengan area dan atmosfer yang berbeda, tetapi tetap terasa sebagai satu kesatuan.

Alih-alih sekadar menghadirkan instalasi artistik, kolaborasi ini membawa cerita Candramawa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ruang yang ditemui pengunjung menjadi medium untuk melihat bagaimana suasana, fungsi, dan karakter sebuah tempat dapat memengaruhi cara seseorang beraktivitas, berkarya, sekaligus menikmati momen.
“Kolaborasi ini menarik untuk kami karena pada akhirnya kami tidak hanya mengambil inspirasi dari karya Danilla, tetapi juga dari cara dia menjalani proses kreatifnya. Kami ingin membawa perspektif tersebut ke dalam ruang yang tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang, sehingga pengunjung bisa melihat kemungkinan lain dari ruang yang mereka miliki,” ujar Muhammad Taufiqurrakhman, Country Marketing Manager IKEA Indonesia.

Dari Studio Musik ke Ruang Kehidupan Sehari-hari
Salah satu hal menarik dari Ruang Candramawa adalah cara kolaborasi ini mempertemukan dua dunia yang sekilas berbeda antara musik dan desain ruang.
Proses kreatif Danilla menjadi titik berangkat, sementara IKEA menerjemahkannya melalui pendekatan terhadap ruang. Setiap area dirancang untuk memiliki suasana dan karakter yang berbeda, menggambarkan bagaimana proses kreatif tidak selalu berlangsung dalam satu kondisi atau satu emosi.
“Prosesnya memang banyak terjadi lewat interaksi kami bertiga. Misalnya saat aku mencoba bagian vokal, Lafa dan Otta bisa langsung memberikan respons, begitu juga ketika mereka sedang mencoba bagian gitar atau keys. Dari situ kami bisa saling mengembangkan dan mengubah sesuatu sampai terasa pas. Mungkin itu juga yang aku suka dari Ruang Candramawa, karena ruangnya nggak terasa seperti dibuat untuk satu kegiatan saja. Ada ruang untuk bekerja, ngobrol, mencoba sesuatu, atau sekadar duduk dan melihat ke mana prosesnya berjalan,” kata Danilla, Musisi & Creative Collaborator.

Ada ruang untuk berinteraksi, berefleksi, beristirahat, hingga menemukan inspirasi. Keseluruhannya dirangkai menjadi pengalaman yang menunjukkan bahwa ruang bukan sekadar tempat untuk tinggal atau beraktivitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan personal seseorang.
“Dari awal kami memang tidak ingin membuat replika kamar atau studionya Danilla. Kami ingin memahami bagaimana beliau dan teman-temannya menjalani proses pembuatan musik. Dari situ, kami melihat bahwa prosesnya tidak selalu berlangsung linear dan monoton. Ada banyak interaksi, percobaan, dan perubahan di sepanjang proses tersebut, dan hal itu yang kemudian kami bawa ke dalam Ruang Candramawa,” ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, saat memperkenalkan Ruang Candramawa yang diluncurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026 lalu di IKEA Alam Sutera.

Dalam konteks ini, Candramawa tidak hanya hadir sebagai album yang didengarkan, tetapi juga sebagai cerita yang dapat dirasakan melalui atmosfer sebuah ruang.
Mengintip Proses di Balik Candramawa
Dirilis pada 5 Juni 2026, Candramawa merupakan album penuh terbaru Danilla yang berisi delapan lagu dengan total durasi sekitar 30 menit. Album ini diproduseri oleh Danilla Riyadi, Lafa Pratomo, dan Otta Tarrega, serta menghadirkan kolaborasi vokal bersama Bilal Indrajaya, hara, dan Sandrayati.
Album ini mengeksplorasi beragam sisi kehidupan manusia, dari terang dan gelap, kebahagiaan dan luka, kehilangan serta ketakutan, hingga proses menerima dan berdamai dengan masa lalu.
Proses produksinya berlangsung sepanjang 2024–2025, dengan sebagian pengerjaan dilakukan di Bantul, Yogyakarta. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Danilla membutuhkan lingkungan yang lebih tenang untuk berkarya, sekaligus kondisi yang memungkinkan tim membawa orang-orang yang dibutuhkan dalam proses kreatif.
Menariknya, cara mendengarkan pun menjadi bagian dari perjalanan Candramawa. Sebelum album dirilis secara digital, Danilla sempat mengajak sebagian pendengarnya untuk mendengarkan album dalam suasana yang lebih tenang dan minim distraksi.
Delapan lagu yang terdapat dalam album ini adalah “Pertunjukan Terakhir”, “Prasangka” (feat. Bilal Indrajaya), “Kata Siapa”, “Anaking”, “Cinta Pertama”, “Lembar Biru”, “Dasawarsa”, dan “Setitik” (feat. hara & Sandrayati).
Ketika Ruang Menjadi Bagian dari Cerita
Semangat inilah yang kemudian dibawa ke dalam Ruang Candramawa. Kolaborasi IKEA Indonesia dan Danilla memperlihatkan bahwa proses kreatif dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui cara seseorang mengatur dan mengalami ruang di sekitarnya.

Bagi pengunjung, pengalaman ini sekaligus menjadi ajakan untuk memandang kembali ruang yang mereka miliki. Ruang yang sama dapat memiliki fungsi dan makna berbeda, tergantung bagaimana seseorang menggunakannya, mengisinya, dan menciptakan cerita di dalamnya.
Seperti yang dikatakan Danilla, roomset yang ditampilkan IKEA sangat inspiratif dan ergonomis. Dengan luasan kurang lebih 4 x 4 meter persegi ini, semua sudut ruang dan layout interior yang dihadirkan sesuai kebutuhan Danilla dan rekan-rekannya sehingga lalu lintas ruang terasa lapang tidak sempit.
“Warna hitam putih dengan dinding acian, serta wangi aromaterapi, sudut recharge khas saya banget dan ragam vinyl, gitar, bingkai Poto bikin mood naik saat bekerja semakin meningkat dan bikin betah. Terlebih di salah satu sudut ruang terdapat ruang istirahat kucing dengan bantal dan wadah makanan yang memang saat di Bantul kucing selalu datang ke rumah kami,” jelas Danilla yang kagum dengan tim interior IKEA begitu detail menata roomset sesuai yang ia ceritakan.

Dengan begitu, Ruang Candramawa tidak hanya berbicara tentang album atau desain interior. Lebih jauh, kolaborasi ini menjadi pertemuan antara musik, proses kreatif, dan kehidupan sehari-hari—tiga hal yang pada akhirnya sama-sama berangkat dari pengalaman manusia.
Ruang Candramawa dapat dikunjungi di IKEA Alam Sutera, IKEA Kota Baru Parahyangan, dan IKEA Ciputra World Surabaya.
